Khofifah bangga Jatim dan 38 kabupaten/kota predikat layak anak

Khofifah bangga Jatim dan 38 kabupaten/kota predikat layak anak

Ilustrasi - Foto kolase sejumlah pelajar menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 usai divaksin di SMP Negeri 1 Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/7/2021). (ANTARA/Didik Suhartono)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bangga karena provinsi maupun 38 kabupaten/kota di wilayah setempat berhasil menyandang predikat layak anak 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Alhamdulillah, 38 kabupaten/kota di Jatim seluruhnya telah berpredikat KLA. Terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah memperjuangkan daerahnya layak anak," ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis.

Status tersebut diberikan menyusul keberhasilan Pemprov Jatim mendorong semua daerah di Provinsi Jatim meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Ia juga mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah bekerja sama dengan pemangku kebijakan lainnya, serta melibatkan masyarakat, media dan dunia usaha untuk mewujudkan upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Baca juga: Kepri raih penghargaan pelopor provinsi layak anak dari Menteri PPPA

Menurut dia, prestasi tersebut bukan perkara mudah sebab ada sejumlah klaster yang harus dipenuhi untuk meraih predikat KLA.

Di antaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan anak, kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus.

Khofifah menegaskan, setiap anak perlu mendapat kesempatan luas untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengingatkan semua bupati/wali kota di Jatim agar tidak lupa melibatkan anak dalam pembangunan dan menjadikan anak sebagai subyek, bukan obyek.

"Bagaimanapun tumbuh kembang anak adalah investasi jangka panjang karena mereka adalah generasi penerus dan pewaris negara ini," ucap mantan Menteri Sosial tersebut.

Ia berharap jangan sampai di tahun-tahun mendatang di Jatim masih terjadi kasus kekerasan, perundungan, eksploitasi, pemasungan, atau penelantaran terhadap anak.

Di sisi lain, saat ini Pemprov Jatim menggencarkan vaksinasi bagi anak-anak sebagai upaya masif memberikan perlindungan dari risiko terpapar COVID-19.

"Umumnya mereka tertular dalam klaster keluarga. Vaksinasi ini tidak hanya melindungi anak dari infeksi Virus Corona, melainkan juga penting untuk mencegah anak-anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan," tutur dia.

Baca juga: 275 daerah terima penghargaan Kabupaten dan Kota Layak Anak
Baca juga: Kemen PPPA sebut kawasan tanpa rokok jadi indikator Kota Layak Anak
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021