Gubernur Khofifah doakan Kota Surabaya tetap jadi kebanggaan Jatim

Gubernur Khofifah doakan Kota Surabaya tetap jadi kebanggaan Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) di sela salah satu kegiatan di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA/Biro Adpim Jatim/FA)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendoakan Surabaya tetap menjadi kota kebanggaan bagi provinsi serta tanah air dalam momentum Hari Jadi Ke-728 yang diperingati setiap 31 Mei.

"Selamat ulang tahun Kota Surabaya. Semoga semakin maju, semakin berkembang, dan tetap menjadi kebanggaaan Jawa Timur," ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin.

Menurut dia, Kota Surabaya menjadi salah satu andalan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur karena menjadi sentra perdagangan dan investasi.

Sebagaimana diketahui bahwa banyak investasi dan perdagangan di Kota Surabaya sehingga kontribusi Kota Surabaya terhadap PDRB Provinsi Jawa Timur cukup signifikan, yaitu 24,11 persen pada tahun 2020.

Baca juga: Wali Kota Eri siapkan tempat strategis gerakkan ekonomi di Surabaya

Sehingga iklim usaha, kata dia, iklim investasi diharapkan terus ditingkatkan untuk menyokong investasi dan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi secara umum di Jawa Timur secara lebih luas.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi pada Kota Surabaya yang mampu membangun kemandirian dan otonomi daerah, yang PAD dan APBD Kota Surabaya menjadi tertinggi di Jatim.

Tahun 2021, APBD Kota Surabaya mencapai Rp9,8 trilliun, dengan nilai PAD sebesar Rp5,5 triliun, yang merupakan angka terbesar dibandingkan kabupaten/kota lain di Jatim.

"Ini perlu dijaga, bahkan terus ditingkatkan. Dengan inovasi-inovasi dan pemanfaatan teknologi sehingga PAD dan juga APBD daerah bisa terus meningkat," katanya.

Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya beri catatan jelang 100 hari kerja Eri-Armuji

Tidak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya juga tertinggi di Jatim sehingga patut diapresiasi.

Kendati demikian, gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut mengingatkan Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah yang tak kalah penting untuk diselesaikan.

Pertama adalah masalah Angka Kematian Ibu (AKI) di Surabaya yang masih tinggi, atau daerah nomor empat di Jatim, yang datanya sebanyak 565 ibu meninggal dunia saat melahirkan selama tahun 2020.

"PR berikutnya adalah percepatan ekonomi kreatif agar tingkat pengangguran turun lebih signifikan," tutur mantan Menteri Sosial tersebut.

Baca juga: Wali Kota Surabaya menginginkan kerja sama sister city ditingkatkan
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021