Anggota DPR RI prihatin penyebaran COVID-19 di Sulteng masih tinggi

Anggota DPR RI prihatin penyebaran COVID-19 di Sulteng masih tinggi

Matindas J Rumambi, Anggota DPR asal Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. ANTARA/Anas Masa.

Palu (ANTARA) - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Matindas J Rumambi menyatakan sangat prihatin penyebaran COVID-19 di Sulawesi Tengah (Sulteng) terbilang masih tinggi.

"Terus terang saya cukup prihatin dengan kondisi daerah kita dimana penyebaran COVID masih merajalela, sehingga perlu mendapat perhatian semua pihak," kata Matindas, di Palu, Selasa.

Berdasarkan keterangan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia meningkat di 15 provinsi.

Sulteng termasuk dalam 15 provinsi yang mengalami peningkatan kasus COVID-19.

Padahal, kata dia, berbagai upaya keras telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 termasuk mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik Lebaran.

Menurut dia, peningkatan COVID-19, terutama di Provinsi Sulteng karena ada kecenderungan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa Virus Corona sudah semakin melemah.

Masyarakat sudah tidak lagi mematuhi protokol kesehatan yang menjadi filter utama dalam menangkal penyebaran COVID-19.

"Saya melihat banyak masyarakat tidak menggunakan masker saat keluar rumah," kata Matindas.

Sebenarnya, jika semua masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar,niscaya penyebaran COVID-19 dapat ditekan. Begitu juga jumlah pasien.

Tetapi sepanjang masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, sangat sulit untuk bisa memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19.

"Jadi menurut saya kuncinya ada kepada kita semua," ujarnya pula.
Baca juga: Sudah 12.540 orang di Sulteng terpapar COVID-19
Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng naik jadi 93,03 persen
Pewarta : Anas Masa
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021