Kementerian PUPR anggarkan Rp16,78 miliar bangun Rusun Seminari di NTT

Kementerian PUPR anggarkan Rp16,78 miliar bangun Rusun Seminari di NTT

Ilustrasi - Rancangan rusun untuk seminari di NTT. ANTARA/HO-Ditjen Perumahan Kementerian PUPR

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan sebanyak Rp16,78 miliar dalam rangka membangun rumah susun (Rusun) Seminari tertua kedua di Indonesia, yaitu Sekolah Berchmans Todabelu yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Kami berupaya memberikan bantuan hunian layak untuk meningkatkan pendidikan di NTT. Salah satunya dengan pembangunan Rusun untuk seminari," kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pembangunan Rusun akan dilaksanakan secara merata dan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II, Yublina D Bunga menyatakan, pembangunan Rusun Sekolah Seminari ini akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II dan ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking (pemancangan tiang pertama) di Desa Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemerintah bangun rusun Keuskupan Larantuka di NTT

Balai P2P Nusa Tenggara II juga telah melakukan penandatanganan kontrak pada tanggal 15 Maret 2021 dengan PT Pubgot Jaya Abadi sebagai Kontraktor pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp14,7 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Manajemen Konstruksi senilai Rp 898 juta.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan kontrak meubelair dengan CV. Tiga Dua Satu pada 21 April 2021 lalu senilai Rp1,1 miliar.

Berdasarkan data yang ada, Rusun Sekolah Berchmans Todabelu ini akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai. Jumlah hunian terdiri dari 43 unit tipe 24 pendek.

Balai P2P Nusa Tenggara II juga akan melengkapi setiap unit hunian dengan meubelier seperti tempat tidur, lemari, meja belajar dan kursi, juga kasur termasuk prasarana, sarana dan utilitas (PSU).

"Total anggaran pembangunan Rusun ini senilai Rp16,78 miliar. Fasilitasnya sudah lengkap sehingga adik-adik yang akan bersekolah disini tinggal masuk dan belajar dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun TNI di Gorontalo senilai Rp19,5 miliar

Sementara itu, Romo Idrus menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden Joko Widodo, Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang telah turut andil dalam upaya permohonan dan pengusulan sehingga sekolah ini bisa mendapatkan bantuan Rusun.

Romo Idrus menyampaikan bahwa sekolah ini adalah sekolah yang sangat tua dan saat ini sudah berusia sekitar 92 tahun serta merupakan sekolah seminari tertua ke dua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1912.

Wakil Gubernur, Josef Nai Soi juga menyatakan pentingnya pembangunan Rusun bagi sekolah-sekolah di NTT. Hal itu diperlukan agar anak-anak didik bisa tinggal dengan baik dan memiliki pengetahuan, kemampuan dan juga sikap yang baik.

“Kita tahu sekarang masalah budi pekerti dan ideologi perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Anak-anak yang bersekolah di madrasah, seminari, sekolah teologi atau sekolah-sekolah berasrama lainnya rata-rata mereka punya sikap yang baik karena di asrama mereka mendapatkan pendidikan budi pekerti," katanya.

Dengan sekolah berasrama, ujar dia, anak-anak itu punya pengalaman bersosialisasi, bertukar pikiran dan waktu belajar yang lebih banyak dibanding murid sekolah biasa pada umumnya serta dapat mendidik dan membina murid-murid demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun perguruan tinggi-pesantren di Kalbar

Baca juga: PUPR: Rusun Universitas Muhammadiyah Jambi untuk asrama mahasiswa
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021