PLN NTT pulihkan pasokan listrik di Sabu Raijua

PLN NTT pulihkan pasokan listrik di Sabu Raijua

Sejumlah personel PLN saat bekerja memulihkan pasokan listrik yang rusak akibat badai siklom tropis Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. ANTARA/HO-Humas PLN UIW NTT.

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur telah memulihkan pasokan listrik di Kabupaten Sabu Raijua, yang mengalami kerusakan selama lebih dari tiga pekan akibat bencana badai siklon tropis Seroja.

"Hingga kini kami sudah memulihkan 74 unit gardu dari total 75 gardu di Pulau Sabu sehingga pasokan listrik untuk masyarakat sudah kembali pulih," kata Supervisor PLN Kantor Jaga Sabu Raijua, Oscarlian Ratu dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.

Oscarlian yang juga ketua tim teknis yang ditugaskan PLN untuk memperbaiki jaringan listrik di Sabu Raijua menjelaskan badai Seroja pada 5 April lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur listrik yang  masif.

Baca juga: PT PLN targetkan 33 desa terpencil Kaltim terlistriki sebelum 2022

Ia menyebutkan seperti kerusakan seperti 60 titik tiang setinggi 12 meter di penyulang yang ambruk menyebabkan kabel menjuntai tak beraturan dan menghalangi akses jalan warga Kecamatan Sabu Liae.

Selain itu juga terdapat 30 titik tiang jaringan tegangan menengah (JTM) 11 meter yang patah dan miring, serta 2 unit gardu yang hancur.

Jaringan listrik di Pulau Raijua juga tidak dapat beroperasi karena rumah pembangkitan mengalami kerusakan, serta beberapa tiang patah dan ambruk sementara tidak ada perlengkapan dan material perbaikannya.

Ia mengatakan proses pemulihan pasokan listrik di Sabu Raijua relatif lebih lama dibandingkan daerah lain atau berlangsung lebih dari tiga pekan akibat banyak pohon yang tumbang menutup akses jalan, sehingga menghambat mobilisasi material maupun petugas PLN di lapangan.

Baca juga: Pemerintah terbitkan regulasi jaringan listrik energi baru terbarukan

Di sisi lain Pelabuhan Seba juga mengalami kerusakan sehingga transportasi laut dari dan menuju Pulau Sabu tidak beroperasi yang berdampak pada terkendalanya mobilisasi material dari Kota Kupang selama dua pekan.

"Ditambah lagi kendala belum beroperasinya jaringan telekomunikasi di Sabu saat itu sungguh menyulitkan tim teknis untuk berkoordinasi satu sama lain, serta melaporkan kebutuhan peralatan dan material ke Kupang," katanya.

Oscarlian mengaku bersyukur salam berbagai kondisi keterbatasan yang dihadapi, pekerjaan pemulihan pasokan listrik tetap berjalan di lapangan hingga tuntas.

"Dengan pemulihan 74 unit gardu maka sekitar 7.200 pelanggan sudah menikmati listrik kembali, katanya.
 
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021