Hong Kong setujui penggunaan Sinovac

Hong Kong setujui penggunaan Sinovac

Petugas bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Beijing (ANTARA) - Dewan penasihat pemerintah Hong Kong di bidang vaksin COVID-19 memutuskan pemberian rekomendasi penggunaan vaksin buatan Sinovac Biotech dalam situasi darurat.

Para pakar kesehatan yang tergabung dalam panel tersebut merasa yakin vaksin inaktif yang dikembangkan perusahaan farmasi berkantor pusat di Beijing, China, itu lebih banyak memberikan manfaatnya daripada risikonya.

Oleh sebab itu dewan penasihat tersebut akan menyampaikan usulannya kepada Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR), demikian Wallace Lau selaku penyelenggara pertemuan anggota dewan penasihat vaksin COVID-19 Hong Kong, dikutip media China.

Anggota panel berhasil mencapai kesepakatan, Selasa (16/2), setelah mempertimbangkan laporan terakhir perkembangan vaksin Sinovac.

Pemerintah HKSAR telah menandatangani kesepakatan pembelian 7,5 juta dosis vaksin Sinovac pada tahun lalu.

Sementara itu, kasus positif COVID-19 di Hong Kong pada Selasa bertambah delapan atau lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai sembilan kasus.

Menteri Makanan dan Kesehatan HKSAR Sophia Chan kepada media lokal menyatakan pemerintahannya akan memperlonggar pengetatan kebijakan antipandemi karena penambahan kasusnya saat ini hanya satu digit. (T.M038)
Baca juga: Hong Kong cabut 'lockdown' di Kowloon setelah menguji 7.000 orang
Baca juga: Hong Kong kunci ribuan orang untuk pengujian wajib COVID-19
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021