KJRI Hong Kong punya aplikasi layanan elektronik reservasi paspor

KJRI Hong Kong punya aplikasi layanan elektronik reservasi paspor

Dok - Sejumlah WNI mengantri permohonan pembuatan paspor di KJRI Hong Kong pada 19 Juli 2017. Permohonan paspor di KJRI Hongkong setiap hari Minggu tetap buka untuk memberikan pelayanan kepada para WNI yang mendapatkan jatah libur sehari setiap pekan. ANTARA/M. Irfan Ilmie

Beijing (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Hong Kong memiliki aplikasi layanan elektronik reservasi pembuatan paspor sehingga memudahkan warga negara Indonesia selama masa pandemi karena tidak perlu antri.

"KJRI Hong Kong ini menjadi perwakilan pemerintah RI di luar negeri yang pertama memberikan layanan reservasi pembuatan paspor yang terdaftar di iOS," kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar kepada ANTARA di Beijing, Rabu.

Dengan adanya aplikasi itu maka para pemohon tinggal memindai melalui sistem QR Code sehingga ramah lingkungan karena meminimalkan penggunaan kertas.

Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui platform Android (via Google PlayStore) atau iOS (via AppStore).

Di Hong Kong terdapat sekitar 175.000 jiwa WNI yang mayoritas kaum pekerja perempuan sektor informal.

"Inovasi dalam pelayanan imigrasi menjadi sebuah keharusan mengingat kebutuhan dari warga kita yang semakin berkembang. Peningkatan ini dilakukan agar layanan yang kita berikan dapat diakses secara mudah, cepat, transparan, dan akuntabel," kata Konjen.

Inovasi tersebut semakin melengkapi kenyamanan para pemohon pembuatan paspor di KJRI Hong Kong.

Konjen Ricky berkomitmen akan terus memberikan pelayanan publik yang mudah dan efisien kepada para WNI di Hong Kong.

Baca juga: KJRI berhasil pulangkan dua PMI dari Hong Kong, Makau
Baca juga: UU keamanan berlaku, KJRI Hong Kong perhatikan nasib pekerja migran
Baca juga: KJRI Hong Kong imbau pekerja migran tunda cuti
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021