Jepang suarakan 'keprihatinan mendalam' atas vonis pegiat Hong Kong

Jepang suarakan 'keprihatinan mendalam' atas vonis pegiat Hong Kong

Aktivis pro demokrasi Joshua Wong meninggalkan Pengadilan Tinggi setelah mendengarkan hasil uji materi atas diskualifikasi dari pilkada di Hong Kong, China, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/NZ/djo/am.

Tokyo (ANTARA) - Jepang menyuarakan "keprihatinan mendalam" terkait pemenjaraan tiga pegiat Hong Kong sekaligus menyampaikan kekhawatiran kepada China atas situasi tersebut, kata juru bicara pemerintah Katsunobu Kato pada Kamis (3/12).

Otoritas Hong Kong pada Rabu memvonis pegiat demokrasi terkemuka Joshua Wong lebih dari 13 bulan penjara atas demonstrasi anti-pemerintah ilegal pada 2019, hukuman terberat bagi tokoh oposisi tahun ini.

Mereka juga memvonis kolega Wong, Agnes Chow dan Ivan Lam masing-masing 10 bulan penjara. Chow diketahui mahir berbahasa Jepang dan terkenal di negara itu.

"Jepang merasa sangat prihatin dengan situasi baru-baru ini di Hong Kong seperti vonis terhadap ketiganya termasuk Agnes Chow," kata Kato saat konferensi pers.

"Kami telah menyampaikan keprihatinan kepada China terkait Hong Kong di berbagai kesempatan," pungkasnya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aktivis Hong Kong Joshua Wong divonis 13,5 bulan penjara
Baca juga: Joshua Wong mengaku bersalah atas tuduhan berkumpul tanpa izin
Baca juga: Pegiat demokrasi Hong Kong Joshua Wong ditangkap
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020