Gedung eks SMPN 3 Purbalingga dijadikan tempat isolasi darurat

Gedung eks SMPN 3 Purbalingga dijadikan tempat isolasi darurat

Gedung eks SMPN 3 Purbalingga, Jateng, resmi dioperasikan sebagai tempat isolasi darurat COVID-19. ANTARA/HO-Humas Pemkab Purbalingga/aa.

Purbalingga, Jateng (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Jawa Tengah Hanung Wikantono mengatakan gedung eks SMPN 3 Purbalingga telah resmi dioperasikan sebagai tempat isolasi darurat bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 di wilayah ini.

"Gedung eks SMPN 3 Purbalingga telah resmi dioperasikan sebagai tempat isolasi darurat guna mengantisipasi jika daya tampung ruang isolasi yang ada di rumah sakit rujukan tidak mencukupi lagi," katanya di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu.

Ia menjelaskan gedung eks SMPN 3 Purbalingga dapat menampung sekitar 94 hingga 100 pasien terkonfirmasi COVID-19.

"Gedung ini juga telah dilengkapi segala sarana dan prasarana yang memadai, termasuk juga penempatan tenaga kesehatan," katanya.

Pihaknya telah memberdayakan tenaga kesehatan dari 11 puskesmas rawat inap yang ada di wilayah ini.

"Mereka kami perbantukan di tempat isolasi darurat ini untuk memantau kondisi pasien sehari-hari," katanya.

Ia berharap keberadaan tempat isolasi darurat dapat mengurangi beban rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayah ini.

"Kami juga berharap para pasien positif COVID-19 di Purbalingga bisa segera sembuh dan bisa segera pulang ke rumah masing-masing," katanya.

Disebutkan juga bahwa jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah setempat pada saat ini sudah sebanyak 966 orang setelah ada penambahan 65 orang.

"Beberapa hari lalu jumlah total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Purbalingga 901 orang namun pada hari ini meningkat sebanyak 65 orang menjadi total 966 orang," katanya.

Dari 966 orang yang terkonfirmasi positif, kata dia, 406 di antaranya telah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, 31 orang meninggal dunia dan 529 orang lainnya masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah ini.

Berdasarkan data tersebut, Pemerintah Purbalingga mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu belakangan telah terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif yang cukup signifikan.

Dengan demikian pihaknya mengharuskan semua pihak yang ada di wilayah ini mematuhi protokol kesehatan guna menekan penyebaran COVID-19.
Pihaknya meminta masyarakat untuk selalu patuhi protokol kesehatan dan tidak abai agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 di wilayah setempat.

"Kami juga kembali mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir, pandemi masih terjadi, dan masyarakat masih harus berperan aktif menerapkan protokol kesehatan, demi melindungi diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan terdekat," katanya.

Masyarakat terus diajak untuk bersama-sama mencegah penularan COVID-19 akibat transmisi lokal, demikian Hanung Wikantono.

Baca juga: Kampanye 3M di Purbalingga-Jateng diperkuat tekan penyebaran COVID-19

Baca juga: Cegah COVID-19, operasi masker diintensfikan di Purbalingga-Jateng

Baca juga: Bupati sebut Purbalingga akan berlakukan jam malam
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020