Diluncurkan Bupati, Lumajang-Jatim miliki "eco pesantren" pertama

Diluncurkan Bupati, Lumajang-Jatim miliki

Bupati Lumajang Thoriqul Haq meluncurkan Ponpes Asy Syarifiy sebagai pesantren yang ramah lingkungan di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). FOTO ANTARA/ HO-Diskominfo Lumajang.

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Lumajang, Provinsi Jawa Timur Thoriqul Haq meluncurkan pesantren ramah lingkungan atau "eco pesantren" di Pondok Pesantren Asy Syarifiy yang berada di Desa Pandanwangi, Selasa.

"Saya tentu sangat bangga Kabupaten Lumajang memliki pesantren yang menjadi prototipe pesantren yang ramah lingkungan yakni Ponpes Asy Syarifiy," katanya di Lumajang.

Peluncuran pesantren ramah lingkungan di Kecamatan Tempeh tersebut ditandai dengan pelepasan burung sebagai simbol kepedulian terhadap ekosistem lingkungan.

"Saya yakin Pondok pesantren Asy Syarifiy betul-betul dikelola dengan keberpihakan kepada lingkungan," kata bupati yang biasa disapa "Cak Thoriq" itu.

Selanjutnya, kata Thoriqul Haq , "eco pesantren" itu nantinya akan dikuatkan sebagai dukungan Pemerintah Kabupaten Lumajang membentuk karakter calon pemimpin bangsa dari kalangan santri.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati mengatakan konsep ramah lingkungan yang diusung Ponpes Asy Syrifiy merupakan sebuah potensi yang harus didukung oleh pemerintah.

"Konsep 'eco pesantren' merupakan embrio untuk selanjutnya diterapkan di lembaga yang lain di Lumajang, sehingga diharapkan semakin banyak lembaga yang peduli lingkungan," katanya.

Ia menjelaskan pihaknya berniat untuk mewujudkan konsep "eco pesantren" sebagai titik awal berbudaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum diluncurkan pesantren ramah lingkungan tersebut, DLH Kabupaten Lumajang juga menggelar sarasehan "eco pesantren" di aula SMK Asy Syarifiy dengan menghadirkan berbagai pembicara.

Diskusi yang ringan dan santai itu dibuka oleh pembawa acara dengan menggunakan empat bahasa, yakni Arab, Jepang, Inggris, dan bahasa Indonesia dari santriwan Ponpes Asy - Syarifiy yang mengundang decak kagum peserta.

Pihaknya akan membantu pesantren setempat untuk menyelesaikan sampah di area ponpes dengan melakukan pembinaan yang berkelanjutan dari DLH demi terwujudnya "eco pesantren" atau pesantren yang ramah lingkungan tersebut, demikian Yuli Harismwati.

Baca juga: Pemkab Lumajang umumkan maklumat peniadaan Salat Jumat di zona merah

Baca juga: Aceh jadi pelopor program eco-pesantren

Baca juga: Masjid di Lumajang-Jember terapkan 'jarak antarjamaah' shalat Jumat

Baca juga: Bupati Lumajang instruksikan semprot tempat ibadah dengan disinfektan
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020