Ada tambahan 12, positif COVID-19 di Sultra naik menjadi 587 kasus

Ada tambahan 12, positif COVID-19 di Sultra naik menjadi 587 kasus

Laboratorium Kesehatan Daerah Sultra gencar melakukan tes cepat bagi warga untuk mendeteksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19. ANTARA/Sarjono/am.

Kendari (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sulawesi Utara menyatakan pada Minggu (19/7) 2020 pasien positif virus jenis baru penyebab COVID-19 di provinsi itu bertambah 12 orang, sehingga jumlah keseluruhan naik menjadi sebanyak 587 orang.

Juru Bicara GTPP Sultra dr Laode Rabiul Awal di Kendari, Minggu mengatakan sehari sebelumnya yakni pada Sabtu (18/7) tercatat pasien positif sebanyak 575 orang.

Ia menjelaskan ke-12 orang pasien posiif COVID-19 baru itu tercatat sebagai warga Kabupaten Muna seorang, Kota Baubau empat orang, Kota Kendari lima orang, Kabupaten Wakatobi seorang dan Konawe Selatan seorang.

Sedangkan pasien yang menjalani perawatan sebanyak 204 orang atau bertambah empat orang dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 200 orang.

Sementara pasien sembuh setelah menjalani perawatan intensif tercatat 372 orang atau mengalami penambahan delapan orang dibandingkan sehari sebelumnya 364 orang.

Kedelapan orang pasien sembuh itu setelah menjalani perawatan intensif seluruhnya dengan domisili di Kota Baubau.

Sedangkan pasien meninggal dunia karena terpapar virus mematikan itu bertambah satu orang, sehingga keseluruhan berjumlah 11 orang.

"Tambahan jumlah pasien positif terinfeksi COVID-19 ini menggambarkan penyebaran virus belum terkendali," kata Laode Rabiul Awal.

Oleh karena itu, diimbau setiap orang terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas produktif sehari-hari dalam tatanan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Pandemi COVID-19 belum berakhir. Kita semua saling mengingatkan agar selalu memakai masker, sering mencuci tangan, hindari kerumunan dan menjaga jarak," katanya.

Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) hingga saat ini tercatat 714 berkurang 86 dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 800 orang.

Orang dalam pemantauan (ODP) bertambah satu orang menjadi 51 orang, sedangkan sehari sebelumnya 50 orang.

Untuk pasean dalam pengawasan (PDP) berkurang satu oeang sebanyak 14 orang atau berkurang satu orang dibandingkan sehari sebelumnya 15 orang, demikian Laode Rabiul Awal.

Baca juga: Gugus Sultra: Tes cepat ungkap 48 terindikasi virus corona

Baca juga: Bertambah sembilan, positif COVID-19 di Sultra menjadi 211 orang

Baca juga: Tangani COVID-19, Wali Kota Baubau serahkan APD ke seluruh puskesmas

Baca juga: Dampak COVID, 562 calon haji Kota Kendari batal ke Tanah Suci


Baca juga: Pandemi COVID-19, MTQ Sultra di Konawe Selatan ditunda

Pewarta : Sarjono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020