6.696 warga Pekanbaru sudah jalani rapid test

6.696 warga Pekanbaru sudah jalani rapid test

Dokumen - Wali Kota Pekanbaru Firdaus (bersedekap) saksikan rapid test bagi imam masjid setempat di Masjid Ar Rahman Pekanbaru, Selasa (9/6/2020) ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru

Provinsi Riau (ANTARA) - Sebanyak 6.696 warga Kota Pekanbaru Provinsi Riau tercatat sudah menjalani pemeriksaan rapid test dalam upaya menekan penyebaran pandemi COVID-19 di kota yang kini masih memasuki tatanan kenormalan baru itu.

"Dari 6.696 orang tercatat sebanyak 63 orang reaktif atau diduga terpapar virus corona," kata Juru Bicara Umum Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin.

Baca juga: Disperindag Gunung Kidul dukung tes cepat massal di Pasar Argosari

Menurut dia, terhadap 63 warga yang hasil tes reaktif, kemudian dilakukan tes usap atau pengambilan sampel lendir di tenggorokan untuk diuji di Laboratorium Biomolekuler Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Riau.

Dari hasil swab yang sudah keluar, katanya lagi, semuanya Alhamdulillah negatif atau tidak terpapar virus corona.

Baca juga: Kawasan potensi tinggi COVID-19 Teluk Wondama disasar tes cepat massal

"Selain rapid test, Gugus Tugas COVID-19 Pekanbaru bersama Gugus Tugas COVID-19 Riau juga sudah melakukan pengambilan sampel swab secara massal terhadap ratusan warga yang sebagian besar juga ODP," katanya.

Yang terbaru, pemeriksaan swab massal, katanya digelar pada Jumat (26/6) yakni dilakukan di Pasar Agus Salim tercatat sebanyak 260 yang uji usap dan untuk hasilnya masih menunggu uji labor.

Baca juga: BIN temukan 261 reaktif pada rapid test massal Jatim hari ke-9

Ia mengatakan pemeriksaan rapid test dan tes usap itu secara massal merupakan salah satu upaya pemerintah kota dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Untuk memutus rantai sebaran COVID-19 ini, kita juga aktif melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Di samping itu, kita juga terus mengimbau warga agar disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti memakai masker, menjaga jarak sosial dan jarak fisik, sering mencuci tangan, dan lainnya.

Sebab, katanya lagi, tanpa kerja sama dari warga dengan cara mematuhi prorokol kesehatan, maka berbagai upaya penanganan yang dilakukan tidak akan berhasil.
Pewarta : Frislidia
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020