Yang 'rapid test' total hari ini 646, untuk yang reaktif 145. Itu sudah akumulasi untuk 'rapid test' di Jalan Gresik PPI ini,
Jakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara (BIN) menambah mobil laboratorium (mobil lab) dan titik lokasi rapid test COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, sebab hasil reaktif pengujian yang telah dilakukan sejak Jumat 29 Mei 2020 cenderung tinggi.

Sekretaris Utama BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, dalam rilisnya yang diterima di Jakarta Sabtu, mengatakan BIN melanjutkan rangkaian rapid dan swab test massal COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur. Pada hari kedua, rapid test digelar di Jalan Gresik PPI.

Rangkaian rapid test tersebut merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. Kemudian, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo yang mewakili Kepala BIN meninjau langsung lokasi rapid test massal COVID-19 hari kedua di Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut hadir.

Baca juga: BIN gelar rapid test di Surabaya, 230 orang reaktif

"Hari pertama kami mendapatkan data dari 613 rapid test ternyata kami mendapatkan 230 yang reaktif, artinya 38 persen ternyata reaktif. Karena itu kami meningkatkan kapasitas bekerja sama dengan Pemkot Surabaya," tuturnya.

Pada rencana awal menurut dia hanya akan disiapkan sebanyak 1.000 tes cepat dalam sehari mengelar pengujian massal COVID-19. "Maka direncanakan mulai besok dan ke depan sekitar 2.000 sampai 3.000 per hari," ucap Bambang Sunarwinowo.

Selain jumlah alat rapid test, BIN juga mengirimkan tambahan satu mobil laboratorium untuk swab test atau PCR test. Tujuannya menurut dia agar dapat memaksimalkan pengetesan terhadap warga yang reaktif hasil rapid test.

"Dan selain itu, melihat angka yang cukup tinggi hasil rapid test kemarin, maka kami memperkuat lagi, dengan mengirimkan 1 mobil laboraturium untuk swab test satu lagi. Sehingga bisa operasional besok hari, nanti kita kerja sama dengan pemkot untuk tes massal ini," ujarnya.

Baca juga: BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan lokasi rapid test massal akan ditambah, sebelumnya hanya satu lokasi dalam satu hari, maka mulai Minggu 31 Mei 2020 akan ditambah 2 atau 3 lokasi lagi dalam satu hari. Rencananya rapid test itu akan digelar selama 5 hari ke depan.

"Kalu hari ini hanya satu titik, maka besok bisa dua atau tiga lokasi yang nanti lokasinya ditentukan oleh Pemkot Surabaya bersama gugus tugas, kita rencanakan 5 hari, Sehingga lokasi itu betul-betul tepat sasaran dan kita bisa lebih cepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ujarnya.

Sebelumnya BIN menggelar rapid test di Gedung Siola, Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat 29 Mei 2020 kemarin, dari 615 Peserta, 230 orang hasilnya reaktif. Kemudian, pada Sabtu ini rapid test digelar di Jalan Gresik PPI, 145 warga hasilnya reaktif.

"Yang rapid test total hari ini 646, untuk yang reaktif 145. Itu sudah akumulasi untuk rapid test di Jalan Gresik PPI ini," imbuh Head Of Medical Intelligence yang juga dokter yang menangani rapid test dilokasi, Dr. Sri Wulandari.

Selain menggelar rapid test, BIN juga menyalurkan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk Pemerintah Kota Surabaya. Bantuan itu diberikan untuk mempercepat penanganan kasus COVID-19 di Ibu Kota Jawa Timur tersebut.

Baca juga: Ribuan APD bantuan dari BIN didistribusikan di Surabaya

Baca juga: BNPB dan BIN kirim tiga mobil laboratorium COVID-19 ke Surabaya

Baca juga: BIN bantu ribuan alkes dan APD untuk penanganan COVID-19 di Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2020