FSGI berharap Dirjen GTK utamakan peningkatan kompetensi guru

FSGI berharap Dirjen GTK utamakan peningkatan kompetensi guru

Rosita Amelia (31) seorang guru honorer SD Negeri 3 Nyalindung mendatangi rumah anak didiknya untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Cisewu, Kabpaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Rosita Amelia)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim meminta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud yang baru untuk mengutamakan peningkatan kompetensi guru.

"FSGI berharap di bawah Dirjen GTK baru, komitmen peningkatan kompetensi guru diutamakan, mengingat profil guru-guru Indonesia yang sangat beragam secara demografis dan geografis. GTK mestinya responsif menjawab persoalan guru, misal saja di tengah darurat COVID-19 seperti saat ini," ujar Satriwan di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan pada satu sisi guru kerap dituding belum kompeten mengelola pembelajaran jarak jauh, namun kewajiban Kemendikbud sangat minim.

"Seharusnya Kemendikbud memberikan pendampingan atau pelatihan dirasa sangat minimalis bahkan tidak ada. Harusnya GTK langsung intervensi, bukan sekedar mengeluarkan SE yang implementasinya ternyata belum maksimal bahkan terdistorsi," kata dia.

Baca juga: KPAI-FSGI dorong pemerintah buat skenario pembelajaran selama pandemi

Baca juga: Survei : Guru masih fokus ketercapaian kurikulum selama pandemi


Para guru, kata dia, memiliki semangat tinggi dalam mengajar dan belajar meski akses yang tersedia terbatas.

Data FSGI pada 2020 menunjukkan 67 persen guru tetap semangat mengajar dan 58 persen bersedia diberikan pelatihan pengelolaan daring selama masa krisis.

"Ini harus direspon cepat oleh GTK. Model kerja seperti biasa atau yang begitu-begitu saja tentu tak diharapkan," kata dia.

Kemudian, persoalan guru honorer yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) periode 2018-2019 yang belum kunjung diangkat juga harus diselesaikan.

"Apa yang dibutuhkan saat ini yakni koordinasi antara Dirjen GTK dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan RB terkait nasib 34.954 guru honorer yang lolos seleksi PPPK. Begitu juga dengan para guru honorer yang sudah belasan tahun mengabdi. Semua itu membutuhkan tindakan nyata dari Dirjen GTK," kata dia lagi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melantik Staf Khusus Bidang Pembelajaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Dr Iwan Syahril PhD menjadi Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud di Jakarta, Jumat.*

Baca juga: FSGI : Anggaran UN bisa digunakan untuk penanganan COVID-19

Baca juga: FSGI minta pemerintah bagikan masker ke sekolah


 
Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020