Cegah COVID-19, Kejari Dharmasraya mulai sidang daring 12 perkara

Cegah COVID-19, Kejari Dharmasraya mulai sidang daring 12 perkara

Pelaksanaan sidang dalam jaringan (daring) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (31/3). (ANTARA/HO-Kejari Dharmasraya)

Pulau Punjung (ANTARA) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menerapkan persidangan dalam jaringan (daring) mulai Selasa untuk 12 perkara tindak pidana sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

Kepala Kejari Dharmasraya Haris di Pulau Punjung, Selasa, mengatakan sidang daring tersebut mulai diterapkan hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ia mengatakan pelaksanaan sidang daring dilakukan dengan sistem 'video conference' dengan jaksa penuntut umum (JPU) berada di kantor kejari, majelis hakim di pengadilan, dan kuasa hukum serta terdakwa tetap berada di lapas.

Baca juga: Jaksa Agung apresiasi sidang daring yang digelar Kejari
Baca juga: MK pertimbangkan gelar sidang secara daring


“Sidang dengan sistem 'video conference' agar tidak mengumpulkan banyak orang di dalam ruangan susuai surat edaran Jaksa Agung ST Burhanuddin di mana diminta setiap jaksa tidak kontak langsung dengan hakim, terdakwa, ataupun penasihat hukum," katanya.

Selain melakukan sidang daring, Kejari juga menyediakan hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan tempat mencuci tangan bagi warga yang datang mengurus keperluan, kata dia.

Menurut dia Kejari Dharmasraya sudah mempersiapkan penerapan sidang daring sejak Jumat (27/3). Namun baru dilaksanakan pada Selasa (31/3) karena sebelumnya tidak ada perkara yang akan disidangkan. 

Baca juga: Dampak COVID-19, PN Trenggalek terapkan persidangan secara daring
Baca juga: Antisipasi COVID-19, Pengadilan Kampar gelar sidang secara daring


"Kita sudah siap dari berapa hari yang lalu, karena tidak ada jadwal sidang makanya baru dimulai sekarang. Sementara data sampai saat ini di Sumbar baru empat kejari yang menerapkan sidang daring," tambah dia.

Terpisah, Kepala Lapas Dharmasraya Ahmad Junaidi mengatakan pihaknya telah menyediakan ruangan untuk sidang dari sesuai jadwal yang telah ditentukan, tanpa harus terdakwa meninggalkan lapas.

“Saat sidang tersebut tetap dilakukan pengawasan oleh sipir dan aparat kepolisian,” ujarnya.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020