Universitas Moestopo gandeng Jepang kembangkan "drone" untuk edukasi

Universitas Moestopo gandeng Jepang kembangkan

Rektor Universitas Moestopo Prof Dr Rudy Harjanto MSn, di Jakarta, Senin (24/2/2020). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) menggandeng Japan UAS Industrial Development Association atau JUIDA untuk mengembangkan pemanfaatan drone atau pesawat tanpa awak (nirawak) untuk kepentingan edukasi.

"Melalui kerja sama ini, kami akan melakukan pengembangan pemanfaatan drone untuk edukasi. Ada alih pengetahuannya dari Jepang ke Indonesia," ujar Rektor Universitas Moestopo Prof Dr Rudy Harjanto MSn, di Jakarta, Senin.

Rudy menjelaskan penggunaan drone tidak hanya sekedar objek, tetapi juga pemanfaatannya semakin luas mulai dari pengawasan melalui angkasa, sinematografi, fotografi, pendidikan,dan lainnya.

Di Jepang, kata Rudy, mulai mengembangkan pesawat nirawak yang bisa kembali ke lokasi awal, begitu baterainya habis. Pemanfaatannya digunakan untuk patroli di dalam ruangan.

"Terbaru, drone digunakan untuk menggantikan penyelam di dasar laut. Tinggal sekarang dikembangkan teknologi bagaimana agar alat tersebut tidak terbawa arus laut," kata dia.

Baca juga: Menristek dorong pengembangan drone untuk kedaulatan pertahanan

Baca juga: Dosen UMM ciptakan tiga drone untuk pertanian modern

Baca juga: SkyDrive luncurkan penerbangan uji drone kargo pertama yang akan tingkatkan produktivitas di tempat-tempat yang sulit dijangkau


Ke depan, pesawat nirawak tersebut akan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu pelatihan pengetahuan dasar bagi para pengguna alat tersebut

"Jadi, tidak hanya sekedar bisa menggunakan tapi juga tahu pengetahuan dasar bagaimana keselamatannya dan juga etikanya," kata dia.

Universitas Moestopo bersama JUIDA menyelenggarakan lokakarya (workshop) kemahiran dan keselamatan penggunaan drone berlisensi internasional pada 24 hingga 27 Februari 2020 dengan melibatkan instruktur berstandar internasional.

Melalui pelatihan itu, peserta pelatihan dibekali pengetahuan penggunaan pesawat tanpa awak yang benar.

Asisten Khusus Menteri Pertahanan, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah dalam sambutan pembukaan workshop mengatakan pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi merupakan indikasi perkembangan kemajuan.

Perwakilan JUIDA Indonesia, Takeshi Hompo, mengatakan pelatihan terakreditasi internasional itu pertama kali diadakan di Tanah Air.

"Pelatihan yang diselenggarakan UPD Moestopo merupakan pelatihan terakreditasi pertama untuk kursus internasional," kata Hompo.

"Drone"adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer atau pengendali jarak jauh yang bisa digunakan untuk membawa muatan kamera, senjata, ataupun lainnya.*

Baca juga: Ditjen PAS: Penyelundupan narkoba ke lapas manfaatkan drone

Baca juga: AS: 'Drone' ditembak-jatuh oleh pasukan Rusia di dekat ibu kota Libya

Baca juga: Pengelola bandara desak regulasi drone diperketat
Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020