Bogor ajukan Rp105 miliar dana perbaikan pascabencana ke Pemprov Jabar

Bogor ajukan Rp105 miliar dana perbaikan pascabencana ke Pemprov Jabar

Bupati Bogor, Ade Yasin usai rapat paripurna di Gedung DPRD Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor, Ade Yasin meminta dana bantuan untuk perbaikan infrastruktur pascabencana di wilayah barat Kabupaten Bogor senilai Rp105 miliar ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

"Rp105 miliar itu khusus usulan terkait kejadian bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor," ujarnya kepada Antara di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (14/2).

Usulan itu ia sampaikan langsung ke Gubernur Ridwan Kamil alias Emil dalam Komunikasi Pembangunan Daerah (KOPDAR) di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Jika dirinci, kebutuhan pembangunan infrastruktur pascabencana itu terdiri atas pembangunan jalan ruas Cigudeg-Kiarasari-Cisangku di Kecamatan Nanggung senilai Rp30 miliar, pembangunan jalan ruas Pasir Madang-Kiarabeha-Cileuksa di Kecamatan Sukajaya senilai Rp25 miliar, serta pembangunan 1.000 rumah khusus warga terdampak bencana senilai Rp50 miliar.

Namun, di luar dana perbaikan pascabencana, Pemkab Bogor juga mengajukan sejumlah dana bantuan lainnya ke Pemprov Jabar, seperti untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) beserta sarana prasarananya di Bogor Utara senilai Rp100 miliar.

Kemudian, Pemkab Bogor juga mengajukan bantuan dana untuk pembangunan jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) senilai Rp150 miliar, dan pembangunan jalan Poros Tengah Timur (PTT) senilai Rp1,2 triliun.

Cuaca buruk yang terjadi pada Rabu (1/1) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg, sedangkan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri, dan Jasinga.

Hasil rekap terakhir, khusus bangunan rumah ada sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan, bangunan masjid sebanyak 10 unit rusak berat, dan 15 unit rusak ringan, bangunan sekolah sebanyak 5 unit rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 3 unit rusak ringan, serta bangunan jembatan sebanyak 80 unit rusak berat dan 2 unit rusak ringan.

Bencana tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 1970