Pemuda yang hilang di Laut Banggai ditemukan mengapung tak bernyawa

Pemuda yang hilang di Laut Banggai ditemukan mengapung tak bernyawa

Warga bersama aparat kepolisian dan TNI saat mengevakuasi jasad korban tenggelam di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (21/1) sekira pukul 15.30 Wita. ANTARA/ HO-Kodim 1308/LB

Luwuk, Banggai (ANTARA) - Seorang pemuda berusia 29 tahun yang dinyatakan hilang di perairan Desa Tou, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah akhirnya ditemukan mengapung dalam kondisi tak bernyawa, Selasa.

Warga dan tim SAR yang melakukan pencarian dengan perahu menemukan korban mengapung sekitar dua kilometer dari lokasi hilang, dan berjarak sekira 50 meter dari bibir pantai Desa Tou pada pukul 15.00 Wita.

Warga didamping aparat kepolisian dan TNI langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan visum.

Hasil visum petugas Puskesmas Unit 2 Moilong, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Aparat Kepolisian Sektor Toili pun melakukan tindakan lanjut dengan mengirim jenazah korban ke RSUD Luwuk untuk dilakukan otopsi.

Lima jam otopsi dilakukan petugas RSUD Luwuk hingga pukul 01.25 dini hari, namun hasilnya belum diumumkan ke publik.

Diketahui, sebelumnya pemuda bernama Firman alias Mang (29), warga domisili di Desa Tou, Kecamatan Moilong pada Sabtu (18/1) malam menghadiri pesta pernikahan di wilayah itu.

Saat pesta usai dan masuk acara hiburan, Firman berselisih paham dengan pemuda setempat dan terjadilah keributan sekira pukul 04.00 Wita Minggu(19/1) dinihari. Sekelompok pemuda yang melihat kejadian itu tak terima terjadi keributan karena ulah Firman.

Mereka pun berdebat dan keonaran kian ramai, Firman yang merasa terpojok berupaya menghindar.

Massa yang kadung emosi dengan kelakuan Firman kemudian mengejar. Pria kelahiran Malaysia, 28 Maret 1991 itu pun lari ke arah pantai Desa Tou dan berenang ke tengah laut, hingga akhirnya dinyatakan hilang.
Pewarta : Stepensopyan Pontoh
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 1970