Kemarin, gempa di Papua hingga banjir bandang di Bengkulu

Kemarin, gempa di Papua hingga banjir bandang di Bengkulu

Sejumlah tim evakuasi dari Basarnas Palu mengevakuasi kapal LCT Indah Permai yang mengalami kecelakaan di perairan laut Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis dini hari (16/1). (ANTARA/Humas Basarnas Palu)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita bidang humaniora yang terjadi kemarin (19/1) namun masih layak untuk disimak pagi ini mulai dari gempa bumi yang terjadi di Papua, plafon gereja yang ambruk saat jemaat beribadat, dan kapal pengangkut mesin bor alami kecelakaan di Laut Banggai.

Gempa beruntun guncang Papua

Gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi, Papua, Sabtu (18/1) malam dengan magnitudo 6,1, pukul 23.38.14 WIB membuktikan Sesar Anjak Mamberamo sebagai zona sumber paling aktif di Papua. Kabupaten Jayapura Papua kembali diguncang gempa bumi dengan magnitudo 5,2 pada Minggu, pukul 09.14 WIT.

Plafon gereja ambruk saat misa di Meruya

Sejumlah jemaat yang menghadiri misa di Gereja Maria Kusuma Karmel (MKK) Meruya, Jakarta Barat, tertimpa plafon yang ambruk saat ibadat berlangsung Minggu (19/1) pagi. Terdapat jemaat yang terluka akibat peristiwa tersebut dan segera dibawa ke rumah sakit.

Kapal pengangkut bor kecelakaan di Laut Banggai

Kapal pengangkut mesin bor berbobot 8 gross tonnage (GT) mengalami kecelakaan saat sedang berlayar di Perairan Laut Teluk Teku, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu. Tim SAR Luwuk Kabupaten Banggai langsung diturunkan untuk evakuasi korban dalam kecelakaan kapal tersebut.

Banjir bandang di Bengkulu tewaskan warga

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Kaur Bengkulu, tepatnya di Desa Manau Sembilan II Kecamatan Padang Guci Hulu yang membuat jembatan gantung putus hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia dan enam orang lainnya hilang. Banjir bandang yang menerjang pukul 15.00 WIB tersebut dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan intensitas hujan tinggi.
 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 1970