Perempuan korban banjir Lebak akan dilatih pemberdayaan

Perempuan korban banjir Lebak akan dilatih pemberdayaan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspa Yoga (kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada korban bencana di Dodiklatpur, Lebak, Banten, Senin (13/1/2020). Dalam kunjungan tersebut Menteri PPPA Bintang Puspa Yoga memberikan bantuan logistik juga perlengkapan sekolah kepada korban bencana banjir bandang dan longsor, sekaligus meresmikan Pos Ramah Perempuan dan Anak di tempat pengungsian. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/pras.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan pihaknya akan melakukan pelatihan pemberdayaan kepada perempuan korban banjir di Lebak untuk mengisi waktu di pengungsian.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan. Pemberdayaan perempuan di pengungsian untuk mengisi waktu luang," kata Bintang kepada wartawan di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Selasa.

Bintang mengatakan sudah mengunjungi korban banjir di Lebak yang mengungsi di Komando Pendidikan dan Pelatihan Tempur (Dodiklatpur) Resimen Induk Kodam (Rindam) III/Siliwangi, Kabupaten Lebak.

Di tempat tersebut, terdapat 320 perempuan yang mengungsi. Mereka akan mendapatkan pelatihan pemberdayaan untuk mengisi waktu di pengungsian sesuai dengan minat mereka.

Baca juga: Warga pengungsi korban banjir di Lebak rebutan bantal

Baca juga: MA Care dirikan madrasah darurat bagi korban banjir bandang Lebak

Baca juga: Banjir Jabodetabek dan Lebak memaksa 35.502 warga mengungsi


"Sudah didata. Ada yang ingin ikut pelatihan tata boga, pelatihan membuat keripik, pelatihan online, dan pelatihan berkebun. Mudah-mudahan Senin sudah bisa dilaksanakan sesuai keinginan mereka," tuturnya.

Bintang mengatakan kunjungannya ke pengungsian yang ada di Dodiklatpur Rindam III/Siliwangi sekaligus untuk meresmikan posko ramah perempuan dan anak.

"Di posko tersebut akan ada layanan pengaduan, layanan psikososial, dan pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak," katanya.

Kebutuhan umum seperti selimut biasanya tersedia cukup banyak di pengungsian. Namun, kebutuhan spesifik perempuan dan anak seperti pembalut, makanan pendamping ASI, dan makanan balita kerap kali masih kurang.

"Ada hal-hal spesifik yang harus menjadi perhatian kita bersama. Dalam penanganan korban banjir, kami lebih pada memastikan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak di pengungsian," katanya.*
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 1970