Menag sebut UIN Ar Raniry berpeluang tingkatkan Iptek di era 4.0

Menag sebut UIN Ar Raniry berpeluang tingkatkan Iptek di era 4.0

Menteri Agama Fachrul Razi menandatangani prasasti pembangunan gedung multi laboratorium dan gedung FISIP di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (18/11/2019). (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh memiliki peluang yang sangat bagus untuk meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era industri 4.0 itu.

“Ada banyak tantangan yang akan kita hadapi revolusi industri 4.0 saat ini. Dengan integrasi Islam dan sains, UIN Ar Raniry Aceh ini memiliki peluang sangat bagus meningkatkan kemajuan Iptek ini,” katanya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Fachrul dalam lawatannya ke daerah berjulukan “Serambi Mekkah” tersebut, ketika bersilaturrahim dengan tokoh dan ulama Aceh berserta aparatur sipil negara (ASN) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baca juga: Menag sebut Aceh daerah paling aman dan damai
Baca juga: Menag ajak civitas Unsyiah teladani akhlak Rasul


Menurut dia integrasi teknologi informasi dalam revolusi industri ini sangat mementingkan percepatan dalam proses pembelajaran, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kata dia, dengan kondisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang mempertahankan ilmu keislaman dan sains maka dinilai akan mampu mengambil peluang serta menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 tersebut.

“Mohon nanti gedung multi lab dan gedung FISIP UIN Ar-Raniry yang kita resmikan ini dapat diakselerasi mengangkat peluang dan tantang revolusi industri, dimana metode pembelajaran ke depan akan banyak berbasis aplikasi dan online,” katanya.

Ia juga menyebutkan Indonesia kini menjadi tujuan mahasiswa asing untuk belajar tentang Islam, yang tersebar di seluruh nusantara. Sehingga pemerintah dan sejumlah tokoh berinisiatif untuk membangun universitas Islam Internasional di Indonesia.

“Sekarang sedang dibangun, sudah hampir selesai tahap awal, mungkin tahun depan sudah bisa digunakan. Itu akan menjadi kampus terbesar di Indonesia yang kita punya,” katanya.

Baca juga: Menag ajak ASN jadi garda terdepan cegah radikalisme
Baca juga: Menag ingatkan penceramah tidak provokasi masyarakatBaca juga: Menag pastikan pemerintah kembangkan gerakan literasi keagamaan
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019