ACT usulkan ASN wajib punya pengalaman kerelawanan

ACT usulkan ASN wajib punya pengalaman kerelawanan

Ketua Dewan Pembina Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin seusai membuka Kuliah Visi Kerelawanan di Akademi Relawan Indonesia (ARI), Dusun Gondanglegi, Kecamatan Pakem, Sleman, Minggu. (ANTARA/Luqman Hakim)

Sleman (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengusulkan agar aparatur sipil negara (ASN) atau pejabat negara ke depan diwajibkan memiliki pengalaman dalam bidang kerelawanan.

"Anda tidak bisa jadi pegawai negeri (ASN) kalau tidak punya pengalaman relawan. Kan (ide itu) menarik," kata Ahyudin seusai membuka Kuliah Visi Kerelawanan di Akademi Relawan Indonesia (ARI), Dusun Gondanglegi, Kecamatan Pakem, Sleman, Minggu.

Ahyudin mengatakan semangat kerelawanan sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Hal itu, kata dia, telah dibuktikan oleh para pahlawan atau pendiri bangsa yang berjuang untuk kemerdekaan dengan bekal jiwa kerelawanan.

Baca juga: ACT rencanakan pembangunan shelter bagi pengungsi gempa Ambon

Dengan memiliki pengalaman kerelawanan, menurut dia, para abdi negara dipastikan mengetahui kondisi kehidupan masyarakat secara riil. "Dia mengerti kehidupan masyarakat. Punya pengalaman di masyarakat," kata dia.

Mengingat pentingnya semangat kerelawanan bagi pembangunan bangsa, ia berharap materi kerelawanan dapat merambah di sekolah. Organisasi kerelawanan juga dapat kembali dihidupkan di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

"Saya berharap sekali kerelawanan jadi 'values', jadi habit, jadi 'life style', jadi alternatif aktivitas anak muda kita," kata Ahyudin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa relawan juga harus memiliki profesionalitas dalam menjalankan tugasnya. Di tengah kehidupan berbangsa yang begitu seringnya berhadapan dengan bencana alam, memerlukan kerelawanan yang profesional.

Baca juga: ACT NTB mengajak lembaga pendidikan bantu penyintas gempa Maluku

"Jadi tidak mungkin bencana yang begitu dahsyat dan menyebabkan begitu hebatnya risiko ditangani oleh SDM yang tidak profesional," kata dia.

Oleh sebab itu, melalui Kuliah Visi Kerelawanan itu, ia berharap para relawan, khususnya yang ada di bawah ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) memiliki pola pikir kerelawanan, menguasai konsep kerja kerelawanan, serta memiliki kemampuan merancang program kerelawanan.

"Kerja kerelawanan ini tidak hanya bergantung pada bencana alam. Ada bencana yang sesungguhnya lebih besar yaitu bencana kemiskinan. Kita ingin relawan ini juga berkiprah untuk membantu dengan program-programnya bagi solusi kemiskinan," kata Ahyudin.

 
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019