Milenial Kediri suka pariwisata dan kuliner isi platform media sosial

Milenial Kediri suka pariwisata dan kuliner isi platform media sosial

Narasumber konten kreatif di media sosial memberikan pemaparan dalam acara collabonation "freedom to collaborate" dengan InstaTrip oleh IM3 Ooredoo (PT Indosat Tbk) di sebuah kafe di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (12/10/2019). (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Kediri (ANTARA) - Milenial Kediri, Jawa Timur, lebih menyukai konten pariwisata dan kuliner untuk mengisi platform media sosial yang mereka miliki salah satunya instagram, sehingga bisa menarik minat pengunjung ke alamat mereka.

Ifan, salah seorang pegiat media sosial dari Kediri mengatakan, dia bersama tiga orang rekannya yang merupakan penyuka fotografi, memilih tema pariwisata dan kuliner kemudian diunggah melalui instagram sampai akhirnya jumlah followernya mencapai 116 ribu.

"Kan kami berempat, awalnya bingung mengapa di Kediri tidak ada yang eksplorasi, padahal yang lain ada. Kan kami latar belakangnya juga fotografi, akhirnya tanya ke senior caranya membuat (alamat di Instagram) dan hingga sekarang followernya 116 ribu," kata Ifan di Kediri, Sabtu.

Baca juga: Pembajakan online di medsos rugikan hak cipta konten kreator

Ia mengungkap, bergabung di instagram mulai tahun 2016 dan terus berburu tempat wisata dan kuliner baru sehingga hasil unggahanya selalu ditunggu masyarakat. Dirinya juga senang jika hasil unggahan tersebut menjadi rujukan warga baik dari Kediri maupun luar Kediri untuk berkunjung ke daerah ini.

Ia juga mengaku profit yang diterima juga cukup besar karena setidaknya mendapat sekitar Rp5 juta per bulan yang kemudian uang itu digunakan untuk berbagai macam keperluan termasuk jika ingin membuat acara yang juga mengundang para konten kreator lainnya di sebuah lokasi.

"Profitnya per bulan sekitar Rp5 juta. Itu juga buat acara," kata dia.

Ifan yang hadir dalam acara collabonation "freedom to collaborate" dengan menyelenggarakan InstaTrip oleh IM3 Ooredoo (PT Indosat Tbk) di sebuah kafe di Kediri tersebut juga memberikan tips agar konten yang dibuat menarik, yakni amati, tiru, modifikasi.

"Kami amati apa yang menarik, nanti kami foto, kami modifikasi, karena yang dikejar di #explorekediri lebih banyak (pengunjung) dari luar kota yang jika datang ke Kediri bisa melihat Instagram kami, cek foto, video," kata dia.

Baca juga: Instagram Stories gandeng kreator lokal bikin konten GIF Ramadhan

Sementara itu, Publik Relation and Brand Acivation Group Branding Management and Strategy Indosat Ooredoo PT Indosat Tbk Annisa Widyotami mengatakan pihaknya menyelenggarakan acara ini di Medan, Semarang, Balikpapan dan Manado.

Pihaknya mengajak serta konten kreator dari Jakarta dan Bandung untuk berbagi ilmu dengan harapan anak-anak muda di Kediri lebih giat dan produktif membuat konten yang lebih berkualitas.

"Kami pertemukan para konten kreator di instagram, kami bawa dari Jakarta dan Bandung bertemu dengan komunitas instagram di Kediri, mendorong semangat untuk kolaborasi. Semangat untuk mendorong anak muda untuk lebih giat dan produktif membuat konten daripada hanya menjadi penikmat saja, terlebih lagi penyebar konten negatif," kata dia.

Nessa, sapaan akrabnya mengatakan saat ini informasi sangat cepat bergulir terutama di media sosial, sehingga disayangkan jika potensi anak muda tidak dikembangkan.

"Dari sisi ekonomi, media sosial sangat berpengaruh untuk kegiatan promosi, apalagi zaman sekarang apapun yang disuarakan apakah jasa, karya seni, produk lokal Kediri itu sangat cepat untuk meningkatkan kesadaran juga mencari pelanggan. Makanya peran media sosial, digital marketing, zaman sekarang sangat penting," kata dia.

Usai kegiatan itu para peserta diajak mencari foto menarik di Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. 

Baca juga: C2live bantu kreator konten Indonesia jadi wirausaha mikro
Baca juga: YouTube jaring kreator konten luar Jakarta
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019