897 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Asmat

897 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Asmat

Bupati Asmat Elisa Kambu (ANTARA News Papua/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Sebanyak 255 kepala keluarga atau 897 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha mereka setelah kebakaran hebat melanda Kota Agats, ibukota Kabupaten Asmat pada Selasa dini hari.

Bupati Asmat Elisa Kambu yang dihubungi Antara dari Timika, Selasa, mengatakan jumlah bangunan berupa rumah warga, rumah toko (ruko), kios dan lain-lain yang terbakar mencapai lebih dari 100-an unit. Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Asmat.

"Selama 18 tahun saya bermukim di Asmat, musibah kebakaran kali ini merupakan yang paling besar. Upaya pertolongan agak sulit dilakukan karena kejadiannya subuh saat orang masih terlelap," kata Bupati Kambu.

Hingga kini Polres Asmat masih menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang bermula dari Jalan Yos Sudarso pada sekitar pukul 02.00 WIT tersebut dan merambat hingga ke Jalan Muyu, Jalan Ayam Kecil dan Jalan Dolog itu.

"Saya belum mendapat informasi dari polisi, yang pasti tidak ada sabotase. Kebakaran ini memang murni musibah," kata orang nomor satu di Kabupaten Asmat itu.

Baca juga: Bupati Asmat: Korban kebakaran mengungsi di masjid dan gereja

Bupati menjelaskan saat ini Pemkab Asmat membuka dua posko dapur umum sekaligus tempat penampungan sementara warga yang menjadi korban kebakaran di Agats tersebut.

Posko pengungsian tersebut didirikan di Masjid An Nur Agats dan di Balai Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat.

"Awalnya kami buka posko di empat titik. Namun karena sebagian besar warga mengungsi ke keluarga dan tetangga mereka, sehingga sedikit saja yang ditampung di dua posko. Kami langsung membuka dapur umum lengkap dengan posko kesehatan, MCK dan lain-lain. Posko tersebut tidak saja melayani warga yang mengungsi di situ, tetapi juga mereka yang mengungsi ke keluarga atau tetangganya," jelas Bupati Kambu.

Posko penampungan korban kebakaran di Kota Agats tersebut akan melayani warga yang terdampak selama satu pekan ke depan dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi.

Baca juga: Polisi nyatakan tiga orang korban luka-luka akibat kebakaran di Asmat

Bupati menegaskan jajarannya akan membantu korban untuk membangun kembali rumah dan tempat usaha mereka yang kini tersisa puing akibat dilanda kebakaran.

"Sudah pasti kami akan membantu, tapi bukan berarti kami membiayai sepenuhnya. Pemda Asmat hanya memberikan dukungan, itu sudah pasti. Kami juga membuka pintu jika ada pihak lain yang mau memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran ini," kata Bupati Kambu.

Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agats Asmat, Pastor Linus Dumatubun yang dihubungi terpisah mengatakan jajarannya juga melakukan pendataan warga yang terdampak bencana kebakaran di Kota Agats pada Selasa dini hari.

"Bapak Uskup (Uskup Agats Mgr Aloysius Moerwito) meminta kami untuk mendata umat yang terdampak musibah kebakaran ini. Kami belum tahu nanti tindaklanjutnya seperti apa, tentu akan dikoordinasikan antara Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi/PSE dengan Uskup. Yang jelas, kami berharap Keuskupan Agats juga akan memberi bantuan tidak saja kepada umat Katolik yang terdampak tetapi juga menjangkau umat beragama lain yang terdampak mengingat situasi ini cukup berat bagi para korban," kata Pastor Linus.

Ia menambahkan, hingga kini kondisi di lokasi bekas kebakaran itu masih cukup panas dan tersisa hanya puing-puing bekas kebakaran.

 
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019