Mahasiswa gagal kibarkan bendera bulan bintang di DPR Aceh

Mahasiswa gagal kibarkan bendera bulan bintang di DPR Aceh

Massa mahasiswa membentangkan bendera bulan bintang di halaman Gedung DPR Aceh di Banda Aceh, Kamis (15/8/2019). Antara Aceh/M Haris SA

Banda Aceh (ANTARA) - Massa mahasiswa mencoba menaikkan dan mengibarkan bendera bulan bintang di halaman kantor DPR Aceh sebagai bentuk realisasi butir damai Aceh yang dikenal dengan sebutan MoU Helsinki, namun berhasil digagalkan aparat polisi yang membuat pagar menggunakan badan mereka.

Bendera bulan bintang akan dikibarkan tersebut hendak dinaikkan di satu dari dua tiang bendera di halaman Kantor DPR Aceh di Banda Aceh, Kamis. Satu tiang lainnya berkibar bendera merah putih.

Baca juga: Partai Aceh nilai pembatalan qanun bendera cederai semangat perdamaian

Namun upaya mahasiswa menaikkan bendera bulan bintang gagal setelah sejumlah polisi memagar tiang bendera tersebut dengan badan mereka. Kendati tidak dapat menaikkan bendera bulan bintang, massa mahasiswa tetap bertahan di bawah tiang.

Massa mahasiswa akhirnya meninggalkan tempat tersebut saat azan shalat zuhur berkumandang. Massa mahasiswa bersama Anggota DPR Aceh menuju musala gedung dewan tersebut.

Kedatangan massa mahasiswa tersebut berada di Kantor DPR Aceh untuk menyuarakan refleksi 14 tahun perdamaian Aceh yang dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

"Bendera bulan bintang sudah ditetapkan dalam qanun atau peraturan daerah. Jadi, sudah seharusnya bulan bintang menjadi bendera Aceh. Tapi, hingga kini bendera bulan bintang belum dikibarkan secara resmi," kata seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.

Usai shalat massa massa mahasiswa kembali ke tiang bendera. Dari tempat tersebut massa mahasiswa menuju ke ruang Ketua DPR Aceh. Mereka bertemu dan menyampaikan aspirasi terkait bendera bulan bintang kepada Ketua DPR Aceh Muhammad Sulaiman.

Di hadapan massa mahasiswa, Muhammad Sulaiman mengharapkan masyarakat Aceh untuk tetap bersabar sebelum ada kebijakan resmi pengibaran bendera bulan bintang.

"Pengibaran bulan bintang merupakan kebijakan politis. Jadi, kita tunggu bersama bagaimana keputusannya. DPR Aceh sudah menyelesaikan tugas membuat qanun bendera," kata Muhammad Sulaiman.

Pertemuan massa mahasiswa dengan Muhammad Sulaiman didampingi Anggota DPR Aceh Azhari Cage sempat memanas karena mahasiswa menginginkan kepastian kapan bendera bulan bintang bisa dikibarkan.

Azhari Cage mengajak mahasiswa untuk bersabar karena masalah bendera tersebut masih dibicarakan dengan pemerintah pusat. DPR Aceh sudah membentuk tim mengawal bendera bulan bintang tersebut.

"Kami tidak ingin pengibaran bulan bintang dipaksakan karena hanya akan menimbulkan konflik. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban karena mengibarkan bulan bintang. Kami terus berupaya pengibaran bulan bintang secara resmi dan dikibarkan di semua instansi, termasuk kantor polisi maupun markas tentara," kata Azhari Cage.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPR Aceh Muhammad sempat marah karena mahasiswa mendesak bendera bulan bintang. Sekali lagi, Muhammad Sulaiman meminta mahasiswa bersabar.

"Kalau mau naikkan, naikkan saja. Kami tidak bertanggung jawab. Kami sudah sampaikan agar adik-adik bersabar," ketus Muhammad Sulaiman dalam bahasa Aceh dengan nada tinggi.

Usai mendengarkan perkataan pimpinan tertinggi di lembaga wakil rakyat tersebut, massa mahasiswa meninggalkan ruang rapat Ketua DPR Aceh. Kemudian, massa mahasiswa berkumpul di taman gedung wakil rakyat tersebut.

Baca juga: Polisi dan TNI turunkan bendera Bulan Bintang di Aceh

Baca juga: Ribuan warga "Gayo" tolak bendera Aceh
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019