Dharma Jaya catat peningkatan penjualan hewan kurban

Dharma Jaya catat peningkatan penjualan hewan kurban

Ilustrasi - Penjualan hewan kurban di Pasar Kambing Sabeni, Tanah Abang, Jakarta Pusat. ANTARA/Dewa Wiguna/aa.

Jakarta (ANTARA) - PD Dharma Jaya mencatat peningkatan penjualan hewan kurban sapi dari 286 ekor tahun 2018 menjadi 970 ekor pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

"Kenaikannya hampir tiga kali lipat," kata Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon di Pasaraya, Blok M, Jakarta, Rabu.

Ia memprediksi peningkatan penjualan itu karena sapi Dharma Jaya dinilai memiliki kualitas lebih baik setelah menjalani penggemukan.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta temukan 547 hewan tidak layak kurban

Baca juga: Berkah kurban bagi korban kebakaran Manggarai

Baca juga: Sudinkes Jakut pastikan makanan olahan daging kurban aman disan


Johan menuturkan jauh sebelum bulan puasa, Dharma Jaya sudah mendatangkan sapi dari NTT dan sapi limosin dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sapi-sapi itu kemudian menjalani program penggemukan untuk meningkatkan kualitas hewan kurban.

Selain sapi, pihaknya juga baru mulai menjual kambing/domba yang terjual mencapai 1.000 ekor lebih.

"Kami gemukkan dulu, yang waktu datang beratnya 300 kilogram, sekarang dijual rata-rata 450-500 kilogram," imbuhnya.

Meski terjadi kenaikan, namun Johan menyebut tahun ini ada tren penurunan penjualan apabila mencakup dari sisi para pedagang lapak yang menyewa lahan berdagang di BUMD DKI Jakarta itu.

"Saya duga penurunan itu kemungkinan karena kondisi makro ekonomi. Tapi nanti akan dicek, dua minggu atau dalam sebulan ini total penjualannya," imbuhnya.

Sekitar 50 pedagang menyewa lahan di PD Dharma Jaya untuk membuka lapak penjualan hewan kurban.

Tahun lalu, lanjut dia, total penjualan sapi baik dari Dharma Jaya hingga pedagang lapak setempat mencapai sekitar 4.000 ekor, 286 ekor di antaranya dari BUMD DKI itu.

Johan menyebut tahun lalu, satu hari menjelang Idul Adha hewan kurban di lapak pedagang sudah terjual habis namun, tahun ini hingga hari raya usai, hewan kurban masih tersisa.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019