Pemanfaatan lahan terbatas untuk tanaman hidroponik

  • Kamis, 2 Juli 2026 23:02

Petani menunjukan selada air dengan penanaman menggunakan teknik hidroponik di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026). Petani memanfaatkan lahan pekarangan sekitar 3 x 6 meter untuk menanam selada air menggunakan teknik hidroponik sebanyak 600 lubang tanam dalam 30-40 hari dengan biaya operasional berkisar Rp 500 ribu mampu menghasilkan sekitar Rp 2,5 juta dengan harga jual Rp 10 ribu per ikat yang di jual kepada tetangga, pelaku bisnis kuliner hingga komunitas vegan di Balikpapan. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Petani merawat tanaman selada air dengan teknik hidroponik di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026). Petani memanfaatkan lahan pekarangan sekitar 3 x 6 meter untuk menanam selada air menggunakan teknik hidroponik sebanyak 600 lubang tanam dalam 30-40 hari dengan biaya operasional berkisar Rp 500 ribu mampu menghasilkan sekitar Rp 2,5 juta dengan harga jual Rp 10 ribu per ikat yang di jual kepada tetangga, pelaku bisnis kuliner hingga komunitas vegan di Balikpapan. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Petani merawat tanaman selada air dengan teknik hidroponik di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026). Petani memanfaatkan lahan pekarangan sekitar 3 x 6 meter untuk menanam selada air menggunakan teknik hidroponik sebanyak 600 lubang tanam dalam 30-40 hari dengan biaya operasional berkisar Rp 500 ribu mampu menghasilkan sekitar Rp 2,5 juta dengan harga jual Rp 10 ribu per ikat yang di jual kepada tetangga, pelaku bisnis kuliner hingga komunitas vegan di Balikpapan. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Berita Terkait