"Mereka juga mengharumkan nama Kaltim di pentas olahraga nasional, jadi hendaknya penghargaan bagi mereka juga disamakan dengan para atlet PON XVIII. Jangan ada pembedaan," kata Hadi Mulyadi, Minggu (14/10), menanggapi prestasi paralimpian Kaltim di ajang Peparnas.
Pada Peparnas XIV, atlet difabel Kaltim antara lain menyumbangkan medali emas melalui cabang olahraga atletik nomor lempar lembing F 36 - 38 atas nama Muhammad Kamal, renang dan voli duduk putri.
"Emas voli duduk putri ini diraih dengan perjuangan yang luar biasa dari atlet-atlet difabel Kaltim," kata Wakil Ketua Komisi IV, Hj Encik Widyani.
Dipimpin langsung Hadi Mulyadi, Ketua Komisi IV, H Ahmad Abdullah (Fraksi PKS), Wakil Ketua Komisi IV, Hj Encik Widyani SJ SKM MQih (Fraksi Partai Golkar), Sekretaris Komisi IV, Mudiyat Noor SHut (Fraksi Partai Hanura-PDS) dan anggota Komisi IV, H Abdul Djalil Fatah SH (Fraksi Partai Golkar), Yakob Ukung (Gerindra/Fraksi Partai Golkar), Dra Hj Puji Astuti (Fraksi Partai Demokrat), H Datu Yasir Arafat (Fraksi PDIP), Lelyanti Ilyas SPdi (Fraksi PKS), Masitah SSos (Fraksi PPP), Zain Taufik Nurrohman SHut (Fraksi PAN), Maria Margaretha Rini Puspa (Fraksi Partai Hanura-PDS) dan Drs HA Waris Husain (Fraksi Patriot Bintang Demokrasi) ikut menyemangati atlet difabel Kaltim yang bertanding di arena Peparnas XIV.
"Prestasi atlet-atlet difabel Kaltim sangat membanggakan," kata Ketua Komisi IV, H Ahmad Abdullah. (Humas DPRD Kaltim/adv/mir)
Editor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.