"Padahal minat baca masyarakat Kabupaten Paser sangat tinggi. Selama ini untuk penambahan koleksi buku, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Paser hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," kata Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Paser Drs Elhamsyah di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa.
Menurut dia, tak hanya soal anggaran untuk pengembangan perpustakaan, tenaga profesional untuk mengelola perpustakaan pun tidak ada.
Ia mengatakan sampai saat ini instansi yang dipimpinnya tidak memiliki tenaga profesional atau pustakawan. "Untuk mengelola perpustakaan daerah, memang perlu seorang pustakawan," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan Mardi mengatakan koleksi buku yang dimiliki berjumlah 32.682 eksemplar dengan judul buku sebanyak 11.158 buah.
Pada tahun 2011 bantuan buku dari Provinsi Kaltim sebanyak 682 eksemplar. "Untuk tahun ini tidak ada," katanya.
Untuk itulah, kata Mardi, pada tahun 2013, pihaknya mengusulkan anggaran untuk pengadaan buku sebesar Rp.250 juta. "Mudah-mudahan usulan ini disetujui," harapnya.
Anggaran untuk kegiatan pengembangan perpustakaan tahun 2012, tambah Mardi, juga termasuk minim, hanya Rp89 juta.
"Karena itu, dalam APBD- Perubahan kami mengusulkan anggaran sebesar Rp184 juta untuk melaksanakan Program Gerakan Kabupaten Paser Gemar Membaca," jelasnya.
Program Gerakan Kabupaten Paser Gemar Membaca ini, lanjut Mardi, akan diadakan pada akhir tahun ini meliputi kegiatan road show, pameran buku dan lomba menggambar.
Meski dana minim, namun kegiatan pengembangan perpustakaan masih bisa berjalan misalnya pengembangan perpustakaan desa.
"Saat ini sudah 38 desa sudah dikirim ke Samarinda untuk mengikuti bimbingan teknis mengelola perpustakaan desa. Dari jumlah itu, sebanyak 30 desa sudah mendapatkan bantuan buku dan sarana perpustakaan," katanya.
Dari data yang diperoleh, setiap hari Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Paser rata-rata dikunjungi 265 orang. Sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa.
Pada awalnya hari Sabtu dan Minggu, kantor perpustakaan tetap melayani pengunjung. "Namun, sudah 3 tahun terakhir tidak melayani lagi karena tidak adanya anggaran," kata seorang petugas perpustakaan. (*)
Pewarta: R WartonoEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.