"Langkah strategis dalam penanggulangan terhadap human immunodeficiency virus (HIV) atau penyakit AIDS adalah dengan cara mencegah penularan virusnya," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltim Ardiningsih saat membuka seminar itu di Samarinda, Selasa.
Dia juga meminta semua sekolah mendukung program Pemprov Kaltim dalam memberi pemahaman bahaya HIV/AIDS, pasalnya penyebarluasakan pengetahuan tentang penyakit itu melalui sekolah dianggap efektif, agar para siswa dapat menghindari penularannya.
Apabila setiap individu dapat mengetahui cara penularan dan dampak penyakit itu, katanya, diharapkan dapat menimbulkan kekhawatiran, sehingga mereka dapat mengendalikan diri dan tidak mendekati hal-hal yang berisiko menularkan penyakit, seperti menggunakan jarum suntik narkoba dan melakukan seks bebas.
Pada kesempatan itu dia menyayangkan karena masih ada sekolah tidak mengirimkan pesertanya untuk mengikuti seminar terkait bahaya HIV/AIDS dan seminar tentang perkembangan reproduksi remaja, padahal seminar menjadi salah satu media efektif untuk menambah wawasan.
Menurut dia, seiring dengan perkembangan organ reproduksi remaja, tentu hal itu akan dapat memengaruhi perilaku anak, seperti tumbuh rasa suka terhadap lawan jenis.
Jika remaja tersebut tidak mendapatkan informasi yang benar, katanya, dikhawatirkan anak tersebut terjerumus ke pergaulan seks bebas.
Padahal, katanya, faktor terbesar penyebab penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seks bebas dan penggunaan narkoba melalui jarum suntik.
Ia mengatakan, maraknya kabar tentang hamil di luar nikah, penyakit kelamin, termasuk HIV AIDS akhir-akhir ini, merupakan sebab akibat dari kurangnya informasi tentang bahaya HIV/AIDS dan perkembangan reproduksi di kalangan remaja.
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltim, kata Ningsih, jumlah pengidap HIV hingga 31 April 2012 sebanyak 2.408 orang. Dari jumlah itu, terdapat 652 orang yang sudah positif AIDS, kemudian sebanyak 409 orang meninggal dunia.
Jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Kota Samarinda yang mencapai 1.031 pengidap, Balikpapan (503), Tarakan (314), dan Kutai Kartanegara (102).
Berdasarkan kelompok umur, untuk kelompok usia 16-24 tahun sebanyak 15,58 persen, kurang dari 15 tahun sebanyak 5,84 persen. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.