Manager Persisam U-21 Dimas Raditya dihubungi dari Samarinda, Rabu, mengatakan para pemainnya punya semangat besar untuk bisa lolos menuju babak final.
"Kami belajar pengalaman dari kompetisi tahun lalu, dimana kami gagal menembus babak final karena kesalahan yang kami buat sendiri, dan belajar dari itu anak-anak semakin siap meladeni Pelita Jaya yang belum kami ketahui kualitasnya," terang Dimas Raditya.
Menurut Dimas, para pemainnya telah menunggu satu tahun untuk bisa berkiprah lagi di babak empat besar kompetisi U-21, dan dengan adanya kesempatan ini tentunya mereka tidak mau menyia-nyiakan begitu saja.
Apalagi, kata Dimas, hampir 90 persen para pemainnya merupakan skuad Persisam U-21 musim kemarin, yang sudah punya pengalaman dan mengenal calon lawan-lawannya.
"Harus kami akui pertandingan lawan Pelita merupakan tantangan terberat bagi kami layaknya pertandingan final, karena itu kami harus bisa mengatasinya," urai Dimas.
Dia berharap Aldair Makatindu dkk tetap menampilkan performa terbaiknya, dengan memainkan konsep determinasi tinggi dan disiplin posisi selama pertandingan.
"Asalkan bisa melaksanakan dua konsep itu, kami yakin hasil positif bisa diraih oleh anak-anak," tegas Dimas.
Dimas mengaku, memang tim pelatih Persisam masih buta kekuatan tim Pelita Jaya, karena belum pernah bertemu di pertandingan.
Berbeda dengan dua rival semi final lainnya yakni Persipura dan Persela Lamongan, yang telah beberapa kali melakoni pertandingan dengan Persisam.
"Artinya memang pertandingan lawan Pelita bagi kami merupakan tantangan terbesar, karena kami masih buta kekuatan mereka, dan oleh sebab itu kami harus tetap waspada," jelas Dimas. (*)
Pewarta: Arumanto: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.