Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Target penerimaan pajak di Wilayah Kalimantan Timur pada 2012 direncanakan mencapai Rp15,65 triliun atau meningkat 19,48 persen dari realisasi total pajak tahun lalu yang mencapai Rp13,098 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim Muhammad Isnaini mengatakan ada 602.870 wajib pajak yang berada di seluruh Kaltim yang dilayani oleh 8 kantor pelayanan pajak.

"Dari 8 kantor itu, ada lima kantor yang target pajak di atas Rp1 triliun. Ini merupakan target yang terbesar di luar pulau Jawa," katanya dalam acara Values Gathering DJP Pajak Kaltim, KPP Pratama Balikpapan dan KPP Madya Balikpapan, Kamis (7/8).

Dari delapan kantor pelayanan pajak, KPP Madya Balikpapan merupakan yang terbesar perolehan di Kaltim.

"Dilihat dari porsi rencana KPP Madya Balikpapan yang jumlahnya terbesar hampir sekitar Rp5,5 triliun atau 35,35 persen dari target yang ada," ungkapnya.

Kemudian disusul oleh KPP Pratama Bontang yang ditargetkan menerima pajak sekitar Rp2,817 triliun atau sekitar 18 persen dari target dan KPP Pratama Tenggarong yang diproyeksikan menerima Rp2,187 triliun atau sekitar 13,98 persen dari target capaian.

Adapun KPP Samarinda memiliki peranan sebesar 11,28 persen dari target atau sekitar Rp1,765 triliun.

Isnaini mengatakan kesadaran dari para wajib pajak juga diperlukan agar realisasi target tersebut bisa sesuai dengan harapan.

Realisasi pajak yang dihimpun oleh DJP Kaltim selalu bertumbuh ke arah yang positif. Pada 2008, realisasi total pajak di Kaltim mencapai Rp9,1 triliun, sementara pada 2010 sudah mencapai Rp11,7 triliun.

"Angka ini meningkat pada realisasi 2011 yang mencapai Rp13,098 triliun. Peranan pajak Kaltim terhadap realisasi perolehan nasional juga meningkat pada 2008 yang mencapai 1,2 persen menjadi 1,4 persen pada 2011," katanya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Isnaini mengatakan values gathering yang digelar oleh DJP Kaltim ini diharapkan menjadi salah satu bentuk komunikasi dengan para wajib pajak.

Masukan untuk memperbaiki kinerja pelayanan bis amenjadi bahan evaluasi bagi DJP untuk lebih baik lagi dalam hal pelayanannya.

Salah satu wajib pajak, Direktur Keuangan PT DSM Kaltim Melamine Pendy Tedja Sukma dalam testimoni dihadapan peserta yang hadir mengharapkan pertemuan seperti ini bisa terus dilakukan untuk menciptakan hubungan baik antara Kanwil DJP dan para wajib pajak.

"Pelayanan dari DJP sudah banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya dibandingkan saat ini," ucapnya kemarin.

Pendy mengajak seluruh wajib pajak untuk patuh dan taat membayar pajak agar penerimaan negara juga bisa optimal.

"Karena pajak ini merupakan sumber penggerak negara, kalau tidak ada pajak maka tidak bisa jalan negara kita," katanya.  (*)



Pewarta: Novi Abdi
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026