"Nilai impor Kaltim tertinggi pada Januari 2012 tercatat dari Angola yang mencapai 167,37 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Johny Anwar di Samarinda, Senin.
Impor Kaltim tertinggi kedua adalah dari Negeria yang sebesar 115,28 juta dolar, dan terbanyak ketiga adalah dari Singapura yang mencapai 69,42 juta dolar.
Selanjutnya impor dari Taiwan senilai 33 juta dolar, Amerika Serikat 28,63 juta dolar, Jepang 16,56 juta dolar, China 16,22 juta dolar, Malaysia 13,32 juta dolar, Prancis 12,29 juta dolar, dan impor dari India senilai 10,65 juta dolar.
Untuk perkembangan impor, lanjut dia, pada Desember 2011 Kaltim mengimpor migas senilai 705,477 juta dolar, dan impor komoditi nonmigas sebesar 198,272 juta dolar, atau total impor mencapai 903,748 juta dolar.
Impor Kaltim untuk migas pada Januari 2012 senilai 365,179 juta dolar, dan nonmigas sebesar 161,247 juta dolar. Berarti terjadi penurunan minus 41,75 persen.
Dia merinci berdasarkan komoditas yang diimpor, yakni bahan bakar mineral pada Januari 2012 nilai yang diimpor mencapai 365,18 juta dolar, disusul mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya senilai 58,19 juta dolar.
Kemudian kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api dan bagiannya senilai 32,68 juta dolar, kapal, perahu dan struktur terapung senilai 21,44 juta dolar, karet dan barang dari padanya senilai 18,27 juta dolar.
Barang dari besi atau baja senilai 8,33 juta dolar, bahan peledak, produk piroteknik, korek api, paduan piroforik, preparat tertentu yang mudah terbakar senilai 4,32 juta dolar.
Selanjutnya komoditi mesin dan perlengkapan elektris serta bagiannya, perekam dan pereproduksi suara, pereproduksi gambar dan suara televisi, serta aksesoris dari barang tersebut senilai 3,97 juta dolar.
Komoditi lain yang diimpor oleh Kaltim antara lain instrument dan apparatus optis, fotografi, medis dan bedah senilai 3,01 juta dolar, kemudian aneka produk kimia senilai 2,93 juta dolar. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.