Sampai 4 bulan uang anak-anak yang terkumpul mencapai Rp2 juta,

Balikpapan, (ANTARA) - Kreativitas untuk menumbuhkan budaya membaca semakin banyak muncul di sekolah, salah satunya di Sekolah Dasar Negeri 020 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, di mana pelajar mengumpulkan uang koin untuk membeli buku dan pipa paralon guna membuat raknya.


“Sampai 4 bulan uang anak-anak yang terkumpul mencapai Rp2 juta,” kata Kepala SDN 020 Balikpapan Tengah, Linceria Hutapea di Balikpapan, Minggu.

Ia menjelaskan pengumpulan koin tersebut dilakukan tiap hari Sabtu. Tiap kelas memiliki kaleng koin sendiri. Koin masing-masing kelas kemudian dikumpulkan oleh guru yang bertanggung jawab.

Jumlah itu,katanya, cukup untuk membeli puluhan buku. Guru-guru mengambil kebijakan bahwa buku buat siswa dipilih oleh siswa juga. Guru hanya menjaga agar pelajar tidak salah pilih buku.

“Buat memilih buku, kita berikan kesempatan bagi siswa yang sering tampil bercerita di acara 'Sabtu Ceria',” kata Guru Kelas 2 Rahadiani Dwi.

Sabtu Ceria adalah acara gembira selama 45 menit, sekali setiap bulan. Pada kesempatan itu pelajar berkesempatan tampil menunjukkan kebolehannya.

“Bisa baca puisi, menyanyi, bercerita, atau menunjukkan keberhasilan pembelajaran,” kata Dwi.

Pada akhir pekan ini, yang dapat kesempatan mewakili teman-temannya adalah Rayhana, murid kelas 5. Ia memilihkan buku bersama 3 teman lainnya yang juga pernah tampil di acara "Sabtu Ceria". Rayhana dan kawan-kawannya mendapat kesempatan pertama membaca buku-buku itu.

“Buku yang dipilih oleh siswa biasanya juga buku yang disukai oleh teman-teman sebayanya. Ini poin yang amat penting karena program kita adalah bagaimana menumbuhkan kesukaan membaca pada anak-anak. Supaya siswa gemar membaca, biarkan mereka memilih buku sesuai selera mereka,” kata guru Kelas 4 Listiyorini, yang menemani siswa belanja buku.

Dengan dibeli pakai uang siswa dan dipilih sendiri oleh siswa, diharapkan siswa gembira membaca dan menyerap ilmu pengetahuan dari dalamnya.

“Supaya jumlah buku yang kami beli banyak, kami tidak membeli di toko buku yang mahal. Walaupun kualitas kertasnya agak berbeda, tapi isinya bagus,” ujar Listyorini.

Selain untuk beli buku, koin juga dibelikan pipa paralon besar yang dibelah untuk dijadikan rak buku. Pipa rak itu kemudian dipasang di setiap dinding luar depan kelas.

Kelas satu sampai kelas enam memiliki pipa baca masing-masing dan kurang lebih 80 buku yang berhasil dibeli dengan koin tersebut diletakkan secara merata di pipa-pipa baca tersebut setiap hari. 



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026