"Kalau tahun baru seperti tahun lalu, biarpun sudah malam sekitar jam 22.00, masih saja ada orang yang membeli jagung, saya yakin hari ini jagung saya akan habis terjual," ujar Wa Ina, penjual jagung muda yang mangkal di Pasar Segiri, Samarinda, Sabtu.
Dikatakan, jagung muda yang dijual rata-rata seharga Rp2.000 per buah, sedangkan untuk satu karung yang isinya mencapai 65 hingga 70 buah, harganya sebesar Rp200.000.
Jagung tersebut dia beli dari petani yang ada di Mugirejo dan Lempake Kecamatan Samarinda Utara. Namun dia merahasiakan berapa harga beli jagung itu dari petani setempat.
Sedangkan jagung yang telah dia beli dari petani tersebut, total sebanyak 70 karung. Untuk mengangkut jagung dari lokasi petani ke Pasar Segiri, dia harus menyewa mobil bak carteran karena tidak memiliki mobil sendiri.
Berdasarkan pantauan, penjual jagung muda di Kota Samarinda bukan hanya berada di pasar-pasar, namun juga di pinggir-pinggir jalan yang dinilai strategis untuk berjualan, seperti di Jalan Kadrie Oening, Jl. DI Panjaitan, dan Jl. P M Noor.
Sementara itu, berdasarkan penuturan Dina Fatimah, warga Jalan Kemakmuran Gg PLN, selain akan membakar jagung pada malam tahun baru, dia juga akan membakar ayam, bebek dan membuat aneka minuman untuk mneyambut malam pergantian tahun.
Saat ini dia sudah membeli setengah karung jagung muda, satu ekor ayam potong, dan satu ekor bebek. Dia memang sengaja meramaikan malam tahun baru di rumah saja bersama suami, anak dan keluarga dekat.
Dia mengaku tidak ingin datang ke pusat keramaian malam, yakni di Tepian Mahakam, pasalnya pada malam tahun baru, biasanya di lokasi itu sangat padat. Selain itu, jalan menuju ke arah itu juga macet total. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.