Rabu, 18 Oktober 2017

Awang Faroek Promosikan Rusmadi Layak Jadi Gubernur

id Rusmadi, awang faroek, gubernur kaltim, sekprov kaltim
Awang Faroek Promosikan Rusmadi Layak Jadi Gubernur
Sekprov Kaltim Rusmadi (kiri). (ANTARA Kaltim / M Ghofar)
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak saat memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2017-2020 mempromosikan Sekretaris Provinsi Kaltim Rumadi sebagai kader terbaik dan layak menggantikannya sebagai gubernur.

Pada acara di Gedung Lamin Etam, kantor Gubernur Kaltim, Selasa, ia mengatakan, Rusmadi merupakan putra daerah terbaik dan diyakini bakal mampu melanjutkan program pembangunan yang telah dijalankannya selama dua periode ini.

"Rusmadi merupakan putra daerah karena lahir di Kaltim dan orang tuanya berasal dari Blitar, saat ini dia juga menjabat sebagai Ketua Ikapakarti (Kerukunan Masyarakat Jawa) dan secara keilmuan lulusan doktor universitas di Filipina bidang pertanian, dia merupakan kader terbaik untuk memimpin Kaltim ke depan," kata Awang Faroek.

Dengan keilmuan di bidang pertanian, Rusmadi dinilai Awang sangat cocok untuk mewujudkan Provinsi Kaltim menuju swasembada pangan, khususnya beras.

Awang mengingatkan bahwa pernyataannya tersebut disampaikan karena merupakan bagian dari KONI Kaltim dan bukan untuk berkampanye politik.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat dan pengusaha bahkan juga praktisi politik dari DPRD Kaltim dan juga sejumlah atlet yang mayoritas merupakan siswa Sekolah Khusus Olahraga Internasioal ( SKOI) Kaltim.

Pernyataan Awang sempat mendapat tanggapan negatif dari sejumlah insan olahraga Kaltim, yang menghendaki bahwa olah raga seharusnya dipisahkan dari perpolitikan.

"Kurang pas saja, karena kita hadir di sini dalam konteks olahraga bukan untuk berpolitik," kata salah satu pelatih olahraga di Kaltim, yangh tidak bersedia disebutkan namanya.

Pernyataan senada disampaikan oleh sejumlah atlet Kaltim peraih medali di PON 2016, yang menghendaki pemerintah segera merealisasikan janjinya untuk membayarkan kekurangan bonus PON 2016.

"Kami ini butuh kepastian soal bonus, karena khususnya kami peraih emas kami baru dibayar Rp 200 juta, sedangkan janji pemerintah dan KONI Rp 250 juta, terus kapan kekurangan bonus itu direalisasikan," kata mereka. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0166 seconds memory usage: 0.46 MB