Sabtu, 21 Oktober 2017

Harga TBS Kaltim Kembali Turun

id kelapa sawit, harga TBS, dinas perkebunan, TBS Kaltim, ujang rachmad
Harga TBS Kaltim Kembali Turun
Ilustrasi -- Pekerja menaikkan TBS Sawit ke atas truk. (ANTARA News)
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur pada April 2017 diperkirakan kembali menurun ketimbang bulan-bulan sebelumnya akibat pengaruh ekonomi global dan naiknya biaya angkut perusahaan.

"Harga TBS umur 10-25 tahun di Kaltim pada Februari sebesar Rp1.954,69 per kg, bulan Maret turun menjadi Rp1.905,19 per kg, dan pada April 2017 kembali turun menjadi Rp1.828,14 per kg," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Ujang Rachmad di Samarinda, Jumat.

Untuk TBS umur 9 tahun pada Februari seharga Rp1.938,22 per kg, turun menjadi Rp1.889,09 per kg pada Maret, dan pada April 2017 kembali turun karena telah ditetapkan tim menjadi Rp1.806,95 per kg.

Kemudian harga TBS umur 8 tahun dari Rp1.895,68 per kg pada Februari, turun menjadi Rp1.847,69 per kg pada Maret, dan turun lagi menjadi Rp1.769,47 per kg pada April.

Untuk umur 7 tahun dari seharga Rp1.851,74 per kg pada Februari, turun menjadi Rp1.804,90 per kg pada Maret, kemudian turun lagi pada April yang telah ditetapkan seharga Rp1.756,33 per kg.

TBS umur 6 tahun dari Rp1.787,78 per kg pada Maret, turun menjadi Rp1.745,72 pada April. Umur 5 tahun dari Rp1.743,01 per kg pada Maret, turun menjadi Rp1.727,06 per kg pada April.

Umur 4 tahun dari seharga Rp1.703,52 per kg pada Maret, turun menjadi Rp1.715,43 per kg pada April, dan TBS umur 3 tahun dari Rp1.670,36 per kg pada Maret, turun menjadi Rp1.609,76 per kg pada April.

Ia mengatakan ketetapan harga TBS sawit sebesar itu merupakan standar harga bagi petani yang sudah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khusunya bagi kebun plasma.

"Jika ada petani yang TBS-nya dibeli tengkulak dengan harga jauh dari standar yang telah ditetapkan, sebaiknya ditolak atau jual ke tempat lain. Saya juga imbau petani kelapa sawit membentuk kelompok tani agar kelembagaannya kuat dan harga TBS-nya tidak mudah dipermainkan tengkulak," kata Rachmad.(*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0103 seconds memory usage: 0.46 MB