Penajam (ANTARA Kaltim) -  Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara, hingga kini masih masih cukup tinggi mencapai Rp100.000 per kilogram, sehingga dikeluhkan konsumen.

"Kenapa harga cabai masih tinggi, padahal perayaan Natal dan tahun baru sudah lewat. Saya membutuhkan cabai untuk sambal bubur ayam," kata Yono, seorang penjual makanan bubur ayam ketika ditemui di Penajam, Kamis.

Yono pun terpaksa membeli cabai dengan jumlah setengah dari kebutuhan normalnya setelah mengetahui harga cabai di Pasar Penajam Kilometer 4 belum kembali normal.

Dari pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga cabai yang ditawarkan penjual rata-rata Rp100.000 per kilogram untuk masing-masing kios dalam satu pasar.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli, melonjaknya harga cabai diperkirakan karena meningkatnya permintaan konsumen terutama pelaku usaha atau pedagang makanan.

"Kami data jumlah pedagang makanan, baik yang berada di pinggir jalan maupun yang berkeliling di wilayah Penajam Paser Utara saat ini mencapai sekitar 3.000 pedagang," ujarnya.

Jumlah pedagang atau pelaku usaha makanan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang bertambah sekitar 20 persen dari tahun lalu tersebut, diperkirakan menjadi salah satu penyebab naiknya permintaan terhadap komoditas cabai.

"Kalau pasokan cabai hingga kini masih stabil, jadi kenaikan harga bukan karena pasokan atau stok cabai yang kurang," jelas Rusli.

Berdasarkan pendataan Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara, sejak menjelang perayaan Natal hingga pergantian tahun baru, penjualan cabai mencapai 10 ton.

Sementara itu, lanjut Rusli, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Penajam Paser Utara hingga kini juga masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp45.000 per kilogram.

"Naiknya permintaan konsumen menjadi penyebab utama masih tingginya harga cabai dan daging ayam itu. Untuk harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil," tambahnya. (*)

Pewarta: Bagus Purwa
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026