Minggu, 22 Oktober 2017

Kaltim Dinilai Berpotensi Dikembangkan Tanaman Kakao

id dprd kaltim, ali hamdi, tanaman kakao, dinas perkebunan,
Kaltim Dinilai Berpotensi Dikembangkan Tanaman Kakao
Wakil Ketua Ko,isi II DPRD Kaltim, Ali Hamdi (Humas DPRD Kaltim)
Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Ali Hamdi menilai wilayah Kaltim berpotensi besar dikembangkan tanaman kakao dikarenakan keberadaan lahannya yang masih cukup luas untuk sektor perkebunan tersebut.

Menurut dia, di Samarinda, Selasa, hamparan lahan di Provinsi Kaltim masih banyak yang belum tergarap optimal, sehingga bila dimanfaatkan untuk tanaman kakao, maka dampaknya akan positif terhadap peningkatan ekonomi daerah.

"Saat ini areal kakao yang dimiliki Kaltim, relatif kecil dibanding dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, meski bagi petani di beberapa tempat di Kaltim, komoditas tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian utama," katanya.

Ia menyebutkan, beberapa daerah sebagai sentra penanaman kakao di Kaltim antara lain Kabupaten Berau (Kecamatan Talisayan), Kota Samarinda (Sempaja dan Berambai), dan Kabupaten Kutai Timur (Teluk Pandan).

Di beberapa tempat lainnya juga terdapat areal perkebunan kakao dalam luasan yang relatif kecil.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan, pada 2015 luas areal tanaman kakao mencapai 8.197 hektare yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Kaltim dengan produksi sebanyak 3.948 ton biji kakao.

"Sayangnya, produksi komoditas kakao tiap tahunnya cenderung menurun. Untuk itu diharapkan SKPD terkait, seperti Dinas Perkebunan Kaltim lebih serius menggenjot komoditas ini."Selain melakukan rehabilitasi area kebun kakao, pemerintah juga diharapkan dapat menunjang operasional petani kakao," harapnya.

Politikus PKS ini menuturkan, komoditas ini harus lebih didorong mengingat agrobisnis adalah bidang yang digadang bakal melejit dan menjadi primadona PAD Kaltim mengimbangi pendapatan pertambangan dan sawit.

Selain itu banyak potensi besar kakao jika diolah dan dikemas dengan baik, apalagi di beberapa negara maju.

"Bukan rahasia lagi jika Arab Saudi menjadi konsumen besar olahan komoditas ini, dengan perhatian yang lebih pada komoditas ini bukan tidak mungkin Kaltim turut mendukung Indonesia untuk menjadi produsen kakao terbesar dunia," tuturnya. (*)

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0324 seconds memory usage: 0.46 MB