Samarinda (ANTARA News - Kaltim) -  Wakil Gubernur Kaltim,  H Farid Wadjdy mencanangkan Gerakan Eleminasi Malaria di Kaltim guna menyegah penyakit berbahaya akibat penularan nyamuk Aides Aigyptie.

"Kasus penyakit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk masih cukup tinggi dan terjadi di beberapa kabupaten di Kaltim atau biasa disebut daerah endemis malaria. Sehingga perlu gerakan secara bersama untuk mencegah penyebaran penyakit malaria," kata H Farid Wadjdy usai Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-46 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, Jumat.
     
Gerakan ini merupakan gerakan bersama pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi, bahkan mencegah penyebaran penyakit malaria.
      
Wagub menjelaskan bahwa permasalahan kesehatan  tidak dapat diselesaikan pemerintah saja, melainkan  perlu  didukung  peran-serta berbagai  pihak,  baik  lintas sektor,  organisasi  masyarakat,  lembaga swadaya masyarakat (LSM)  maupun  swasta.
     
Dicanangkannya Gerakan Eleminasi Malaria di Kaltim, menjadi momen untuk meningkatkan upaya kemitraan dan peran serta seluruh pihak dalam pembangunan kesehatan yang perlu terus ditingkatkan dan  dikembangkan.
     
"Pencanangan ini untuk membuat gerakan bersama agar kabupaten dan kota di Kaltim terbebas dari ancaman dan perkembangan malaria.  Selain itu, malaria dapat dicegah jika  seluruh anggota keluarga, terutama di daerah endemis menggunakan  kelambu  pada saat  tidur," imbuh dia.
     
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim,  HM Syafak Hanung mengatakan Kaltim masih bermasalah dengan malaria. Karena itu perlu upaya maksimal dari seluruh elemen masyarakat untuk tindakan pencegahan penyebarannya.
     
Tedapat  tiga daerah yang dianggap sebagai kawasan endemis malaria, yakni Kabupaten Panajam Paser Utara, Bulungan dan Kutai Timur.
       
Terhadap ketiga daerah itu diberi peringkat merah dan lima daerah katagori kuning.  Pemerintah memberikan 188.361 lembar kelambu untuk dibagikan ke masyarakat  sebagai upaya pencegahan terserang nyamuk malaria.
     
Selain itu, ada lima daerah yang berperingkat kuning, yakni Kabupaten Paser, Malinau, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Kabupaten Tana Tidung. Sedangkan daerah Hijau, yakni  Kota Samarinda, Bontang, Balikpapan, Tarakan, Kabupaten Berau dan Nunukan.
     
"Malaria disebabkan gigitan nyamuk Anopheles betina yang menularkan  parasit plasmodium dan hidup di sel darah merah. Apabila seseorang terkena gigitan nyamuk jenis ini, maka kemungkinan besar akan menderita penyakit malaria," imbuh Syafak Hanung.


Editor : Iskandar Zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2026