Samarinda (ANTARANews - Kaltim) - Gubernur Kaltim mengajak warganya lebih giat menanamkan pohon, mengingat setiap satu hektar pepohonan mampu menetralkan carbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh 20 kendaraan bermotor.
"Selain itu, setiap 93 meter persegi pepohonan juga mampu menyerap kebisingan suara sebesar delapan desibel," kata Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak di Balikpapan saat membuka Muswil Hidayatullah III, Jumat.
Berdasarkan suatu penelitian para pakar lingkungan menyebutkan bahwa setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi bersenyawa dengan sekitar 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen.
Tumbuhan tersebut juga membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat organik.
Setiap jam, satu Ha dedaunan hijau itu menyerap delapan kilogram CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang dihembuskan napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.
Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata lima unit pendingin udara (AC) yang dioperasikan 20 jam terus-menerus setiap harinya.
Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini, lanjutnya, maka dia menegaskan bahwa, penghijauan merupakan suatu kegiatan penting yang harus digalakkan secara luas di dalam masyarakat dalam rangka mewujudkan Program Kaltim Hijau.
Program Kaltim Hijau yang telah dicanangkan Pemprov Kaltim merupakan program untuk mendukung terlaksananya pembangunan yang beretika dan berwawasan lingkungan.
Terkait dengan itu, dia mengimbau kepada pengurus, anggota dan santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Kaltim, agar terus melakukan penanaman pohon untuk penghijauan secara berkesinambungan, dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak serta masyarakat luas.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Hidayatullah yang melakukan penanaman 1.000 pohon dalam upaya mendukung Program Kaltim Hijau. Dia berpesan agar pohon yang telah ditanam itu selalu dipelihara agar bisa tumbuh dan menghijaukan kembali bumi Kaltim.
"Pertahankan agar pohon yang kita tanam bisa terus tumbuh sebagai pelindung dan penyeimbang alam. Mari kita bersama merawat dan menjaganya dari ancaman kerusakan, demi untuk kelestarian alam dan untuk anak cucu di masa depan," kata Faroek.
: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.