Selasa, 17 Oktober 2017

Isro Umarghani Sepakat Bontang Punya Sistem CCTV Terpadu

id pemkot bontang, isro umarghani, kamera CCTV, CCTV Bontang
Isro Umarghani Sepakat Bontang Punya Sistem CCTV Terpadu
Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani (Humas Pemkot Bontang)
Bontang (ANTARA Kaltim) - Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani mendukung program pengadaan CCTV (close circuit television) atau kamera pengawas di beberapa titik lampu merah untuk memantau kepadatan arus lalin, sekaligus memantau potensi kerawanan kriminalitas di daerah setempat.

Ditemui di Bontang, Senin, Isro mengatakan pada era digital saat ini, sistem pemantauan secara berkelanjutan perlu direalisasikan, karena Bontang sebagai daerah industri mempunyai tingkat kerawanan kriminalitas.

"Kita diapit oleh dua perusahaan raksasa yang jelas adalah objek vital yang harus dilindungi, sehingga pemasangan CCTV di beberapa titik diharapkan mampu memantau perkembangan terpusat di satu tempat," katanya.  

Selain dengan melakukan pemantauan secara online keberadaan  perbankan kita anjurkan agar terpusat di satu titik dengan membangun sistem keamanan yang modern. Yang  jelas kami sangat mendukung pengadaan CCTV itu. katanya

Program CCTV yang dibangun harus mempertimbangkan azas kemanfaatan. Tempat-tempat yang akan terintegrasi nantinya harus lebih dicermati agar anggaran yang diserap tidak terkesan mubazir atau tidak tepat sasaran.

"Sistem ini kan dibangun menggunakan uang rakyat, jadi dalam penggunaanya kita harus cermat sehingga anggaran yang diserap sesuai program. Ini harus diperhatikan," kata Isro.

Selain mendukung pengadaan CCTV, Wawali Isro Umarghani juga meminta SKPD terkait agar menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, karena peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan harus terus digalakkan.

"Ketika ada kejadian genting masyarakat harus juga berperan aktif. Sekarang ini RT sudah diberikan handy Talkie (HT), itu harus dimanfaatkan. Ketika ada kejadian genting masyarakat harus sigap untuk melaporkan kejadian tersebut kepada instansi yang tepat, sehingga penanganannya juga bisa tepat sasaran," ujarnya. (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0115 seconds memory usage: 0.46 MB