Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution menyatakan ancaman terorisme belum akan berakhir bila tujuan dari kelompok radikal untuk membentuk Daulah/Khilafah Islamiyah belum terwujud.

"Masyarakat sendiri, termasuk para ulama, bersifat apatis. Hal itu tentunya akan menyuburkan dan memberi ruang bagi berkembangnya aksi radikalisme dan terorisme," katanya di Gedung Pelatihan BNPT, Sentul, Bogor, Rabu.

Saud mengemukakan hal itu saat melantik Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT menggantikan Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPT juga melantik Brigjen TNI R Gautama Wiranegara sebagai Sestama BNPT menggantikan Mayjen Abdul Rahman Kadir.

Sebelumnya, Gautama menjabat sebagai Direktur Kontra Separatis pada Deputi III Badan Intelijen Negara (BIN).

Pejabat lain yang dilantik adalah Brigjen Pol Mohammad Syafii sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan pada Deputi II BNPT menggantikan Irjen Pol Petrus Golose yang saat ini menjabat sebagai Deputi III bidang Kerja sama Internasional BNPT.

Saud menekankan bahwa akar masalah radikalisme dan terorisme berdasarkan dari hasil penelitian ilmiah dan pengalaman penanganan kasus radikalisme dan terorisme adalah ketidakadilan, dendam, ketidakpuasan, kesenjangan sosial, kemiskinan dan pemahaman ideologi/radikalisme.

"Saya berpesan kepada para pejabat baru agar lebih fokus kepada kegiatan yang tepat guna, tepat sasaran, akuntabel, dan terukur dengan start yang bagus di awal tahun 2016," kata alumni Akpol 1981 itu. (*)


Pewarta: Sigit Pinardi
: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026