Sabtu, 21 Oktober 2017

Menjawab Kritik dan Menghasilkan Investasi Rp72 Triliun ke Kaltim

id gubernur awang faroek ishak, investasi, wapres,Dennis Moratov, pt kereta api borneo
 Menjawab Kritik dan Menghasilkan Investasi  Rp72 Triliun ke Kaltim
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Mikhael Galuzin (Humas Prov Kaltim/Sul)
Jakarta (ANTARA Kaltim) – Saat kritik tidak kunjung padam, kerja keras  harus tetap dilakukan. Mendengarkan   masukan, tidak berarti semangat kerja boleh mengendur. Tetap optimis dan yakin untuk sebuah kerja besar dan masa depan Kaltim yang lebih cerah.

Berbekal optimisme itu, Senin (26/10)  Gubernur Kaltim  Awang Faroek Ishak  memimpin roadshow untuk meyakinkan pemerintah Indonesia dan pemerintah Rusia di Jakarta terkait rencana investasi bernilai US$ 5,482 atau setara dengan Rp72 triliun.

Kunjungan pertama dilakukan ke Kantor Wakil Presiden (Wapres), sekitar pukul 14.30 waktu Jakarta. Selain membawa sejumlah kepala dinas terkait, Gubernur Awang Faroek juga mengajak Direktur PT. Kereta Api Borneo (KAB), Dennis Moratov, agar secara langsung menjelaskan kepada Wapres Jusuf Kalla tentang rencana investasi pembangunan rel kereta api di Kaltim oleh anak perusahaan Rusian Railways tersebut.

“Alhamdulillah, Wapres Jusuf Kalla mendukung sepenuhnya rencana pembangunan rel kereta api kerjasama Kaltim dengan Rusian Railways ini,” kata Gubernur Awang Faroek usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden.

Sedikit masalah yang masih menjadi kendala yakni terkait ijin transportasi kereta api yang awalnya masih disebutkan sebagai angkutan khusus batu bara. Terkait hal ini, Wapres Jusuf Kalla meminta Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Sekretariat Negara untuk segera menyiapkan Peraturan Presiden demi kelancaran rencana investasi ini.

“Kata Pak Wapres tadi, demi kepentingan bangsa, Peraturan Menteri Perhubungan itu akan diubah atau disesuaikan. Sekretariat Negara akan segera menyiapkan perubahan itu dengan Peraturan Presiden (Perpres) agar proses investasi ini bisa segera dilanjutkan,” sambung Awang di depan puluhan wartawan media cetak dan elektronik yang sudah menunggu sedari awal.

Dengan kebijakan pemerintah ini selanjutnya tidak ada lagi ijin untuk angkutan khusus batu bara, tetapi berubah menjadi angkutan penumpang dan barang. Barang dimaksud bisa berupa batu bara, crude palm oil (CPO), karet, kakao dan hasil hutan lainnya.

Usai mendapat dukungan Wapres Jusuf Kalla, Gubernur dan rombongan bergegas menuju Kantor Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung di Istana Negara.  Selain menyampaikan permintaan Wapres Jusuf Kalla untuk Perpres tentang perkeretaapian di Kaltim, Gubernur Awang Faroek Ishak juga melaporkan rencana groundbreaking pembangunan rel kereta api Borneo, bersamaan dengan peresmian Pabrik Pupuk Kaltim 5 dan groundbreaking lanjutan jalan tol  Balikpapan – Samarinda sepanjang 99,02 kilometer.

“Saat ini sedang kami atur agar pada 17 Nopember 2015 Bapak Presiden bisa hadir untuk meresmikan proyek-proyek besar di Kaltim itu. Apalagi permintaan ini juga sudah disampaikan secara langsung oleh Pak Gubernur kepada Bapak Presiden dan akan memenuhi,” ujar Pramono di ruang kerjanya usai menerima Gubernur Awang Faroek dan rombongan.

Setelah bertemu menteri asal PDIP itu, Gubernur Awang Faroek melanjutkan roadshow ke kediaman dinas Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Mikhael Galuzin. Sejumlah pertanyaan diajukan Galuzin untuk memastikan investasi perusahaan Rusia ini benar-benar aman dan berprospek cerah. Dukungan pemerintah dan rakyat Kaltim pun tak luput jadi pertanyaan Galuzin. Secara gamblang, Gubernur Awang Faroek memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Galuzin.

“Pak Gubernur sudah memberikan garansi yang sangat kuat dengan dukungan Presiden dan Wakil Presiden. Begitu juga dengan dukungan rakyat setempat. Saya pikir ini awal kerjasama yang baik. Keseriusan dan semangat Pak Gubernur ini akan menambah keyakinan kami dalam kerjasama ini. Kami berterima kasih karena anda sudah memilih bekerja sama dengan negara kami,” kata Mikhael Galuzin.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu, Gubernur Awang Faroek juga menjelaskan, pengiriman pelajar-pelajar Kaltim untuk belajar ilmu perkeretaapian di sejumlah universitas di Rusia. Hal ini merupakan bukti keseriusan Kaltim untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang perkeretaapian.

“Kita bersyukur bahwa akhirnya, mimpi rakyat Kaltim untuk menikmati angkutan kereta api penumpang dan barang akan segera terwujud. Walaupun bukan dari APBN, tapi dari investasi swasta harus kita syukuri,” ujar Gubernur.

Rencana pembangunan rel kereta api ini juga bersinggungan dengan rencana investasi lainnya yang seluruhnya bernilai Rp72 triliun. Rinciannya sebagai berikut. Jalur kereta api dari Kutai Barat ke Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung di Balikpapan dan Panajam Paser Utara (PPU) sepanjang 203 kilometer dengan investasi US$ 2,2 miliar. Jalur kereta api Tabang, Kutai Kartanegara ke Lubuk Tutung di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan sepanjang 195 kilometer dengan nilai investasi US$ 1,5 miliar. Pelabuhan kawasan industri Buluminung US$ 2,5 miliar.

Kemudian kawasan technopark terdiri dari kapal patroli cepat bernilai US$ 8 juta, pellets factory US$ 10 juta, fibre glass pipe US$ 30 juta, biomass US$ 5 juta, refinery US$ 400 juta, service centre perakitan truk Kamaz  dengan investasi US$ 1 miliar, solar panels US$ 300 juta, coal upgrade untuk Brown Coal dengan investasi US$ 4 juta.

“Itulah diantara hasil kunjungan kerja kami ke Rusia. Berhasil meyakinkan Pemerintah Rusia dan Rusian Railways. Investor lainnya juga terpacu untuk berinvestasi ke Kaltim. Jadi sama sekali tidak benar kalau dikatakan, saya dan rombongan hanya pelesiran  ke Rusia. Ini keberhasilan yang kami bawa dan semoga semua terwujud sesuai rencana,” pungkas Gubernur. (Humas Prov Kaltim/sul)

 

 

Editor: Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga

Generated in 0.0236 seconds memory usage: 0.49 MB