Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur mencatat negara Jepang dan Amerika Serikat menjadi tujuan utama pengiriman ekspor komoditas udang windu beku asal Kaltim.

"Komoditas udang windu beku asal Kalimantan Timur mencatatkan devisa terbesar dengan pasar utama mencakup negara Jepang serta Amerika Serikat," kata Kepala Bidang Perikanan Budi daya dan Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Jumat.

Irma menjelaskan bahwa udang windu beku secara konsisten mendominasi capaian volume dan nilai devisa sektor perikanan non-hidup daerah setiap bulan.

Berdasarkan data laporan bulanan BP2MHKP, akumulasi nilai ekspor perikanan Kaltim periode Januari hingga Agustus 2026 berhasil membukukan angka sebesar Rp345,85 miliar.

"Capaian total ekspor hasil perikanan daerah hingga Agustus 2026 telah menembus angka 1.958 ton dari berbagai komoditas unggulan," ujar Irma.

Selain negara Jepang dan Amerika Serikat, pasar ekspor udang beku asal Bumi Etam ini juga kawasan Taiwan, Malaysia hingga negara Inggris.

Sementara ini, performa ekspor sektor perikanan Kaltim mencatatkan nilai tertinggi pada April 2026 dengan perolehan devisa mencapai sebesar Rp56,42 miliar.

"Diversifikasi produk perikanan segar seperti bawal dan kerapu turut memperkuat penetrasi pasar ekspor menuju Singapura, China, hingga Hong Kong," tutur Irma.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim terus memfasilitasi peningkatan mutu serta standardisasi pengolahan produk perikanan guna memenuhi kualifikasi ketat pasar internasional.

Penguatan rantai pasok dingin dan pendampingan kelompok pembudi daya tambak menjadi strategi prioritas dalam menjaga konsistensi kuantitas serta kualitas udang windu.

"Sinergi bersama para pembudi daya lokal sangat krusial untuk mempertahankan kepercayaan para importir dari negara Jepang dan Amerika Serikat," kata Irma.

Langkah optimalisasi ekspor komoditas kelautan tersebut selaras dengan implementasi Rencana Kerja DKP Kaltim Tahun 2026 dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan subsektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.

"Kami optimistis tingginya permintaan udang windu di pasar global mampu mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para pembudi daya di Kaltim," ujar Irma.

 



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026