Sangatta (ANTARA) - Bupati Kutai Timur (Kutim)  Kalimantan Timur mengajak para generasi muda membudayakan baca buku, pada Gebyar Literasi Kutai Timur 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Gedung Sekolah SMP YPPSB Munthe, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

“Seseorang yang tidak memiliki kebiasaan berliterasi akan memiliki keterbatasan dalam memahami lingkungan dan perkembangan di luar dirinya,” ucap Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Sangatta, Jum’at (25/9).

Ia menekankan literasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan wawasan masyarakat. 

Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti katak dalam tempurung yang hanya mengenal dan merasa bangga dengan lingkungan sendiri, tetapi kesulitan ketika harus berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.

Ardiansyah menyampaikan pengembangan literasi merupakan sebuah keniscayaan hidup. Membaca tidak pernah ada batu sandungan. Semua yang ada di sekitar kita, baik di buku, lapangan, maupun situasi nyata adalah bahan pembelajaran.

Menurutnya, perkembangan teknologi juga telah mengubah bentuk dan cara masyarakat mengakses bahan bacaan. 

Literasi tidak lagi hanya berkaitan dengan buku cetak, tetapi telah berkembang melalui berbagai platform digital yang menyediakan informasi dan pengetahuan secara lebih luas.

Karena itu, ia berharap gerakan literasi di Kutim dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah ke depan.

“Jangan pernah berhenti untuk terus belajar. Dan salah satu sumber utama ilmu pengetahuan adalah membaca,” pesannya.

Gebyar Literasi Kutai Timur 2026 dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 25 September hingga 4 Oktober 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA selama pelaksanaan berlangsung.

Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 20 juta buku dari kurang lebih 100 penerbit. Selain pameran dan penjualan buku, rangkaian kegiatan juga diisi berbagai agenda dan perlombaan yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.



Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026