Penajam, Kaltim (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (BPBD PPU) bersama sejumlah instansi terkait menyalurkan 822,2 ton air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan dalam kurun waktu Agustus hingga September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU Nurlaila, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih dilakukan melalui 170 kali perjalanan distribusi yang menjangkau sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, Babulu, serta Penajam.

"Kegiatan ini terus berjalan setiap hari sejak pertengahan Agustus hingga kini, mengingat musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah sumber air warga mengering," ujar Nurlaila di Penajam, Rabu.

Daerah yang mendapat penyaluran antara lain Kelurahan Sepaku, Desa Karang Jinawi, Desa Gunung Intan, Desa Sebakung Jaya, Desa Babulu Darat, Desa Babulu Laut, Desa Argo Mulyo, dan Desa Suko Mulyo. Selain pemukiman warga, air juga disalurkan ke fasilitas umum seperti masjid, sekolah, puskesmas, serta pondok pesantren.

Nurlaila menjelaskan bahwa pendistribusian melibatkan kolaborasi lintas instansi, antara lain Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Dinas PUPR, Disperkimtan, DPKP, Kementerian PUPR, Otorita IKN, Polsek Sepaku, PT IHM, serta aparat kecamatan dan kelurahan di masing-masing lokasi.

Untuk pengambilan air, katanya, dilakukan dari berbagai sumber, mulai dari intake, embung, sumur air baku, bendungan, hingga instalasi pengolahan air yang tersedia.

"Dalam memenuhi kebutuhan air bersih, kami tidak bergerak sendiri, banyak pihak yang terlibat. Sinergi ini menjadi kunci agar air dapat sampai tepat waktu ke warga yang paling membutuhkan, terutama di lokasi yang aksesnya cukup sulit," katanya.

Pihaknya pun akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan guna kesiapan distribusi yang diperlukan. Masyarakat pun diminta melaporkan jika terdapat lingkungan yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat segera ditangani.

"Tentu kami berharap hujan segera turun secara merata. Namun sampai kondisi membaik, tim gabungan tetap siaga memenuhi air yang menjadi kebutuhan warga," ujar Nurlaila.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026