Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan rekomendasi larangan beraktivitas dalam radius 13 kilometer (km) dari puncak Gunung Semeru, menyusul erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak pada Senin pagi.
Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menyampaikan letusan Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur tersebut terekam pada pukul 10.00 WIB.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 1 menit 34 detik. Kolom abu berwarna kelabu tebal teramati condong ke arah timur laut," kata dia.
Lana menegaskan saat ini Gunung Semeru bertahan pada Status Level III (Siaga), sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.
Di luar jarak 13 km tersebut, lanjutnya, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi larang beraktivitas 13 km dari puncak Gunung Semeru
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.