Samarinda (ANTARA) - Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta konsep pembangunan dan pengembangan Dermaga Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir, untuk dikaji ulang karena dinilai tidak ekonomis dan berpotensi gagal menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Andi Harun di Samarinda, Kamis, menegaskan proyek tersebut masih dalam tahap awal menuju penyusunan Detail Engineering Design (DED), sehingga perlu diperkuat untuk memastikan investasi yang dikeluarkan memberikan manfaat ekonomi.
"Konsep ini perlu diperkuat, terutama dalam menentukan fungsi utama kawasan dan memastikan investasi memberikan manfaat ekonomi," kata Andi Harun saat memimpin rapat presentasi konsep oleh konsultan mitra Dinas Perhubungan di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda.
Konsep awal kawasan tersebut mencakup sejumlah fungsi, mulai dari tambatan tugboat, logistik, perikanan, UMKM, hingga ruang publik.
Namun, Andi Harun meminta konsultan dan perangkat daerah menetapkan skala prioritas sebelum melangkah ke tahap DED.
"Dermaga Harapan Baru ini sebenarnya mau dijadikan apa, Jika ada empat fungsi, tetapkan mana fungsi utamanya dan mana fungsi pendukungnya,” ujar Andi Harun.
Ia menilai beberapa fungsi dapat berada dalam satu kawasan, namun harus memiliki keterkaitan yang jelas karena fungsi utama akan menjadi dasar penentuan desain, kebutuhan infrastruktur, hingga model pengelolaan.
Rencana pemanfaatan untuk tambatan tugboat menjadi salah satu yang disorot. Menurut dia, fungsi ini perlu dikaji kembali akibat perubahan kondisi operasional pelayaran saat ini yang sudah menerapkan sistem 24 jam.
Perubahan tersebut diprediksi menurunkan aktivitas tambatan tugboat di Harapan Baru, sehingga investasi puluhan miliar rupiah dikhawatirkan hanya menjadi beban biaya yang besar bagi daerah.
"Kalau kita hitung dengan potensi PAD yang tadi disampaikan, sampai kapan pun tidak akan kembali modal. Untuk apa kita bikin kalau tidak ekonomis, jika urusan PAD, harus ada business plan-nya,” tegasnya.
Sebagai solusi, Andi Harun menawarkan gagasan baru agar Dermaga Harapan Baru diarahkan menjadi kawasan terpadu transportasi sungai, logistik, dan perikanan.
Konsep ini nantinya mengintegrasikan aktivitas transportasi sungai dengan kawasan perikanan yang sudah ada, termasuk menghubungkan kawasan Harapan Baru dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan fasilitas cold storage di seberangnya
“Jadi alurnya, kapal nelayan bongkar ikan, masuk ke cold storage, kemudian distribusi, lalu ada kawasan UMKM perikanan. Saya bayangkan kawasan ini menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan di Samarinda,” jelasnya.
Selain konsep aktivitas, Wali Kota juga meminta aspek fisik ditinjau kembali, khususnya penanganan erosi di tepian sungai melalui pembangunan turap yang terintegrasi dengan desain keseluruhan kawasan.
Ia meminta perangkat daerah bersama konsultan menyempurnakan konsep dengan memperhatikan empat hal utama: fungsi kawasan yang jelas, perhitungan bisnis yang logis, kebutuhan infrastruktur yang tepat, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.