Anggota DPRD Kabupaten Paser Regina Febiola mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga sebagai salah satu penggerak ekonomi dan sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Paser (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Paser Regina Febiola mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga sebagai salah satu penggerak ekonomi dan sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Regina, berbagai kegiatan olahraga yang mampu mendatangkan peserta dan pengunjung dari luar daerah tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
"Jangan hanya dilihat dari jumlah peserta yang hadir atau meriahnya kegiatan. Kita perlu melihat berapa besar perputaran ekonomi yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap PAD," kata Regina, Senin (14/9).
Ia mengatakan kegiatan sport tourism dapat memberikan efek ekonomi terhadap usaha penginapan, rumah makan, transportasi, perdagangan hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Karena itu, tambah dia, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan terhadap dampak ekonomi setiap kegiatan olahraga yang digelar di Kabupaten Paser.
"Misalnya satu kegiatan mendatangkan ribuan orang, perlu dilihat berapa lama mereka tinggal, di mana menginap, berapa transaksi yang terjadi dan sektor usaha apa saja yang mendapatkan manfaat," katanya.
Regina menilai pemetaan tersebut penting agar pengembangan sport tourism tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga dapat diukur kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Ia mengatakan pengembangan sumber PAD perlu dilakukan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan perkembangan berbagai sektor usaha di Kabupaten Paser.
Sebelumnya, dalam rapat paripurna penyampaian nota keuangan Raperda Perubahan APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2026, Fraksi Golkar menyoroti penerimaan pajak daerah yang dinilai masih belum optimal.
Dalam APBD Perubahan 2026, penerimaan pajak daerah tercatat meningkat sekitar Rp17 juta, dari sekitar Rp101,448 miliar menjadi Rp101,465 miliar.
Sementara itu, total pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2026 direncanakan mencapai Rp3,9 triliun lebih.
Menurut Regina, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk menggali potensi penerimaan baru tanpa membebani masyarakat dan pelaku usaha.
"Yang kita dorong bukan sekadar menaikkan pajak. Yang lebih penting memperluas basis ekonomi, meningkatkan aktivitas usaha dan memperbaiki pendataan sehingga penerimaan daerah meningkat secara sehat," katanya.
Ia berharap pengembangan sport tourism ke depan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah terkait, pelaku usaha, UMKM dan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik, Regina menilai kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Paser.
"Kalau dikelola dengan baik, sport tourism bukan hanya membuat Paser dikenal, tetapi juga bisa menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi daerah," katanya. (Adv/DPRD Paser)
Pewarta: R. WartonoEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.